BREAKINGNEWS.CO.ID-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan honor penari Ratoeh Jaroeh saat pembukaan ajang Asian Games XVIII sudah dibayarkan lunas dan tidak ada tunggakan seperti pemberitaan sebelumnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan, pembayaran yang dimaksud itu adalah biaya operasional baik siswa dan para pelatih. Di mana pihak sekolah yang terpilih untuk memberikan sendra tari tidak memiliki dana alokasi operasional tersebut sehingga diberikan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Udah clear (selesai), kami udah panggil para kepala sekolah dan memang setelah kami lihat dari MoU-nya ini bunyinya adalah biaya operasional. Sekolah tidak ada alokasi anggaran untuk itu untuk konsumsi, jadi diperitungkan dulu untuk hal transportasi untuk konsumsi setelah itu kemudian sisanya dibagikan kepada penari sendiri,” ujar Bowo di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Pasca anggaran tersebut diberikan pada pihak sekolah, Bowo secara tegas meminta pengurus sekolah untuk membuatkan laporan dan diserahkan padanya sebagai bukti transparansi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan sekolah. Tidak hanya itu, nantinya laporan itu juga termasuk dalam laporan pertanggungjawaban Dinas Pendidikan DKI.

“Kami juga meminta untuk penjelasan biar, kan kita harus menebarkan trasparasi dari penglolaan itu perlu sehingga ini menjadi jelas dan ketika kami ditanya oleh temen-temen seperti kami juga punya gambarannya kan,“ pungkas Bowo.

Sebagai informasi, sebanyak 2.000 penari Ratoeh Jaroe mengalami penundaan bayaran honor, setiap penari diketahui berhak menerima honor sebanyak Rp200.000 untuk satu kali latihan. Penari Ratoeh Jaroe melibatkan 18 sekolah di Provinsi DKI Jakarta yaitu SMA 70, SMA 6, SMA 3, SMA 71, SMA 82, SMA 66, SMA 4, SMA 68, SMA 78, SMA 23, SMA 49, SMA 34, SMA 48, SMA 90, SMA 46, SMA 24, SMA Angkasa 1 Halim dan SMA Dian Didaktika