BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan jika memang diadakan tes membaca Alquran bagi capres-cawapres, penguji tes baca Alquran tersebut tidak boleh dilakukan sembarang orang. "Yang melaksanakannya harus betul-betul berkualifikasi kelas presiden, mempunyai rujukan intelektual ijazah. Biar dia memang layak untuk menguji dalam hal baca Alquran. Dibuktikan dengan ijazah," kata Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Ijazah yang dimaksud, kata HNW, berkaitan dengan pengakuan dari keahlian seseorang atas tajwid atau lafaz di bidang ilmu membaca Alquran. Sehingga penguji disebut dapat menguji tes baca Alquran kedua pasangan capres-cawapres. "Jangan sampai yang menguji pun ternyata bacaan Alqurannya belum tentu juga lulus," ujar Hidayat.

HNW juga meminta agar para penguji secara terbuka berani menyampaikan hasil tes baca Alquran kepada seluruh calon presiden maupun presiden. Hasil tes baca Alquran, baik yang lulus atau tidak lulus harus diungkap oleh para penguji.

"Harus dilakukan secara terbuka, sampaikan bagaimana hasilnya itu siapa yang lulus siapa yang tidak lulus. Lulus semuanya atau tidak lulus semuanya, ya kita semua nanti akan melihatnya," kata Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tersebut.

Selain itu, andai tes itu jadi dilaksanakan, Hidayat meminta penyelenggara berani memutuskan dan mengumumkan hasil penilaian baca Alquran kedua paslon, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia juga meminta agar tes baca Alquran digelar secara terbuka.

"Harus dilakukan secara terbuka, sampaikan bagaimana hasilnya itu, siapa yang lulus siapa yang tidak lulus. Lulus semuanya atau tidak lulus semuanya, ya kita semua nanti akan melihatnya," tegasnya.

Tantangan tes baca Kitab Suci Allah itu itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak, di Banda Aceh, akhir pekan lalu. Tgk Ishak berencana mengundang pasangan capres-cawapres untuk mengikuti uji membaca Alquran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019.

Tgk Ishak menegaskan tes membaca Alquran ini tidak akan memengaruhi keputusan KPU. Namun, ini dimaksudkan sebagai langkah awal untuk mengakhiri politik identitas yang sudah telanjur terjadi. "Ini bertujuan untuk mengakhiri polemik keislaman capres dan cawapres," kata Tgk Ishak.