BREAKINGNEWS.CO.ID - Hingga November 2018, pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah menerima dana kampanye sebesar Rp 41,9 miliar. Adapun dana tersebut berasal dari dana pribadi kandidat hingga dana yang bersumber dari sumbangan relawan dan masyarakat. Bendahara Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Thomas Djiwandono mengatakan, laporan dana tersebut akan dilakukan secara rutin setiap bulan. 

“Saat ini jumlah penerimaan dana kampanye Prabowo-Sandi di posisi Rp41,9 milliar. Dari segi rinciannya paling besar tetap adalah Pak Sandi sendiri di angka Rp28,5 milliar dalam bentuk uang. Berikutnya adalah dari Pak Prabowo dan ini bisa dibagi dua, bentuk uang dan bentuk jasa,” kata Thomas dalam keterangan tertulis yang diterima breakingnews.co.id, Kamis (29/11/2018).

Thomas menjelaskan, dari jumlah total yang diterima, pihaknya telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp34,5 miliar. Dana tersebut antara lain untuk bahan kampanye, pertemuan terbatas, tatap muka dan iklan media.

“Total pengeluarannya itu bersama juga dengan anggaran untuk kegiatan lain-lain sebesar Rp21 miliar. Ini adalah teritori dan jaringan dan hubungannya adalah dengan kampanye seperti penguatan posko-posko, kegiatan relawan. Angka total pengeluarannya Rp34.475.612.330,” jelasnnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga Uno mengatakan, penyampaian penerimaan dana kampanyenya dan Prabowo setiap bulan adalah bentuk komitmen transparansi anggaran kepada masyarakat. Menurutnya, penting bagi publik untuk mengetahui pemasukan dan pengeluaran dana kampanye pasangan capres-cawapres.

“Ini adalah komitmen kita dan transparansi adalah salah satu pilar terpenting dari Prabowo-Sandi. Tadi sudah dijelaskan jumlah dana masuk dan dana keluar secara terperinci sesuai dengan peraturan KPU dan tentang pelaporan dari KPU,” urai Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan jika kegiatan kampanye dirinya dan Prabowo yang sudah dilakukan selama ini, hingga bisa menekan angka anggaran yang digunakan. Padahal, kegiatannya selama satu bulan ini berkeliling ke banyak kabupaten dan kota di Indonesia.

“Saya dan Pak Prabowo selama satu bulan terkahir ini kami menemukan beberapa inovasi dalam berkampanye, sehingga kami bisa menekan biaya kampanye seminim mungkin. Panggung salah satunya kita ganti dengan kardus dan jadinya kita tidak memerlukan panggung, dan kegiatan ke masyarakat ini murni juga banyak partisipasi dari masyarakat,” terangnya.

Sementara, Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said menambahkan, saat menjadi pembicara utama di Singapura, Prabowo mengatakan bahwa pihaknya memang melakukan kampanye dengan anggaran hemat.

“Pak Prabowo menyampaikan yang sangat menyentuh bahwa kampanye kita yang tadi dikatakan oleh Pak Sandi sangat low cost, sangat paket hemat, kemudian mendapat respon partisipasi masyarakat. Kemarin Pak Prabowo memberikan pesan pribadi karena seorang warga desa mengirimkan uang Rp22 ribu dan menyampaikan di Twitter dengan tulus, ‘Mohon maaf hanya bisa segini,’ dan Pak Prabowo memberi catatan sangat baik,” papar Sudirman.