MEKAH-Sebanyak 16 kelompok terbang jemaah cakon haji Indonesia gelombang kedua sudah tiba di Mekah. Kedatangan diawali oleh 445 jemaah haji yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya (SUB) 44 di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA), Jeddah.

Rombongan dari 16 kloter tersebut berangkat dari Tanah Air pada Sabtu (12/8) dini hari, pukul 02.25 WIB, dan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada hari yang sama pada pukul 08.45 Waktu Arab Saudi.

 

Fase kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua pada hari pertama ini, diakhiri dengan kedatangan jemaah haji asal Embarkasi Padang (PDG) 14, dan tiba di Jeddah pada pukul 23.45 waktu Arab Saudi atau Minggu (13/8) dinihari WIB.

Kepala PPIH Daker Mekah Nasrullah Jasam mengatakan pihaknya akan memantau efektivitas imbauan mandi ihram sejak di embarkasi masing-masing.  Ini sesuai dengan edaran yang dikeluarkan Kementerian Haji Arab Saudi, yang meminta jemaah Indonesia tidak mandi ihram di bandara atau tidak berlama-lama ada di bandara.

Aturan ini dikeluarkan dalam rangka mengurangi tumpukan jemaah haji di bandara dan mengurangi antrean panjang. Biasanya jemaah akan menghabiskan waktu hingga empat jam bila mandi dan ihram di bandara.

Ditambah lagi dengan perjalanan dari Jeddah ke Mekah selama 2 jam, maka jemaah baru akan tiba di pemondokan setelah 6 jam. Kondisi ini akan membuat jemaah kelelahan karena setibanya di Mekah, jemaah akan langsung melakukan umrah wajib.

"Soal niat ihramnya bisa di Yalamlam atau di Bandara Jeddah," kata Nasrullah di Mekah. Terkait aturan ini, pihaknya sudah mensosialisasikan imbauan ini kepada jemaah di Indonesia.   Sementara itu, Kepala Daker Bandara Arsyah Hidayat menekankan perlunya jemaah haji gelombang kedua mandi umrah sejak dari embarkasi di Tanah Air.

Adapun berganti kain ihram dan niatnya, bagi laki-laki bisa dilakukan di bandara. Ini penting guna mempersingkat keberadaan jemaah di bandara.  "Tidak bisa dibayangkan kalau setiap jemaah harus mandi dulu semua, antrean akan lebih panjang. Apalagi tahun ini kuota haji seluruh dunia kembali normal," ujarnya.

Kepala Divisi Pemondokan PPIH Daerah Kerja Mekah, Fitsa Burhanuddin menambahkan, sejauh ini tak ada masalah krusial terkait persiapan pemondokan jemaah haji. 

Baik pemondokan untuk jemaah haji yang datang dari Madinah ke Mekah, atau untuk jemaah haji gelombang kedua yang datang dari Tanah Air menuju Mekah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. 

BREAKINGNEWS.CO.ID