BREAKINGNEWS.CO.ID - Menuju kursi DPRD DKI Jakarta dengan persaingan yang sangat ketat, tak membuat Heriandi Lim, calon anggota DPRD DKI Jakarta ini untuk terus berjuang. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, Heri begitu sapaan akrabnya membuka ruang donasi sebesar-besarnya bagi warga yang ingin berpartisipasi dalam perjuangannya itu.

Heri sendiri maju sebagai calon anggota DPRD DKI melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). "Cara yang sudah saya jalankan dari awal adalah partisipasi perjuangan saya, berupa membuka ruang donasi bagi warga yang mau nyumbang ke saya," katanya di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/3/2019).

Meski demikian, dirinya menegaskan jika donasi yang diberikan untuknya tak didasari dengan paksaan apapun. Dirinya juga berharap donasi yang diberikan masyarakat kepadanya dengan ikhlas.

"Dengan catatan, donasi diberikan tanpa ikatan, tanpa embel apa-apa. Jadi murni cocok sama saya, mendukung perjuangan saya, saya menerimanya," tegasnya.

Menurutnya, dengan melibatkan partisipasi publik, maka ada tanggung jawab moril terhadap mereka yang memberi donasi dan memilihnya di Pileg yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang.

"Tanggung jawab saya nanti ada dua, yakni terhadap orang memilih saya dan orang yang telah mendonasikan  untuk operasional saya sebagai calon legislatif," ujarnya. "Dengan partisipasi publik juga menunjukkan bahwa saya bagian dari semua warga Jakarta, dan warga menjadi bagian dari perjuangan saya," imbuh Heri.

Ia menambahkan, selain membuka kantong donasi, ia juga menjual kaos untuk membantu biaya operasionalnya saat berkampanye. "Kita juga menjual kaos, Rp 100 ribu untuk satu kaos. Keuntungan penjualan kaos itu untuk operasional saya saat kampanye," tambah Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB DKI itu.

Sebelumnya, di Warakas Heri disambut oleh warga begitu hangat. Kedekatannya dengan warga jelas terlihat ketika dirinya kerubungi oleh emak-emak yang ingin bersalaman dan berswafoto.

Dalam kesempatan yang sama, Heri juga mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait dengan mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan. Mengingat pentingnya kedua hal ini bagi masyarakat, Heri mengatakan bahwa seharusnya Pemprov dan DPRD DKI lebih perketat pengawasan, sehingga meminimalisir kesalahan data, supaya program kesehatan dan pendidikan benar-benar tepat sasaran.

"Saya turun ke bawah untuk mendengar langsung, dan nantinya ini menjadi acuan saya dalam bekerja mengawasi pemerintah Provinsi DKI, agar benar-benar melayani masyarakat dengan sepenuh hati," terangnya.

Hal ini juga sejalan dengan visi misinya untuk siap mengawal anggaran Pemprov DKI supaya tepat sasaran dan rakyat sejahtera. "Visi misi saya sederhana, kita mau mengawal anggaran Pemerintah Provinsi agar tepat sasaran dan tepat guna. Gunanya apa? Agar semua program-program pemerintah itu bisa mensejahterakan warganya. Semuanya kan bermuara dari anggaran, jadi anggarannya cukup dan tepat sasaran," pungkas Heri.