BREAKINGNEWS.CO.ID - Terdakwa kasus pendudukan lahan dan pengrusakan kantor pemasaran PT Nila Alam, Hercules Rozario Mashal mengamuk kepada sejumlah wartawan yang meliputnya setelah turun dari mobil tahanan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu.

"Jangan rekam. Jangan rekam!" teriak Hercules pada sejumlah awak wartawan yang mengikuti langkahnya menuju ruang tunggu terdakwa pada pukul 15.00 WIB, Rabu (27/3/2018).

"Mana wartawan, mana lu!" teriak Hercules kembali yang naik darah, kemudian mengejar salah seorang kameramen dan menarik pakaiannya seperti yang terllihat di Video.

Beruntung amukan sang pemimpin kelompok preman tersebut berhasil di redam aparat bertugas dan juga para anak buahnya sendiri yang datang melakukan pengawalan persidangan.

Amukan Hercules terhadap sejumlah awak media sempat menimbulkan kepanikan di luar ruang tunggu terdakwa.

Namun hal tersebut terjadi ulang, Hercules berputar arah dan kembali mengejar fotografer yang berusaha mengabadikan kejadian tersebut.

Aksi tersebut kembali dilerai. Hercules kembali tenang dan memohon awak media untuk tidak merekamnya sebelum sidang putusan atas kasusnya dimulai.

Jaksa Penuntut Umum menuntut Hercules dengan hukuman penjara selama tiga tahun, karena dianggap melanggar Pasal 170 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP terkait pemasangan plang dan penguasaan kantor pemasaran PT Nila Alam.