BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sangat sreg dengan ideologi PDIP. Hal itu disampaikannya menanggapi bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi bagian dari PDIP.

"Boleh boleh saja. BTP sendiri menyatakan sangat sreg dengan ideologi PDI-P yang tegak di atas karakter kebangsaan, kerakyatan dan keadilan. Jadi, no problem," kata Hendrawan kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Hendrawan, momentum orientasi ini sebaiknya digunakan untuk memahami kultur politik PDI-P dan kultur politik di Indonesia. Ia mengatakan hal itu digunakan agar BTP sendiri tidak tergelincir lagi ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjuangan dan pengabdian pria yang dulu disapa Ahok itu. "Ini penting agar BTP tidak tergelincir lagi dalam pengabdiannya di bidang politik," ujarnya.

Hendrawan yang juga anggota DPR RI dari Komisi XI itu mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan tidak boleh dengan cara yang tergesa-gesa. Ia menyebut jika kultur politik di Indonesia sangat komplrks dan rumit. Untuk itu, diperlukan sifat kehati-hatian dalam berpolitik maupun mengabdi dalam berpolitik itu sendiri.

"Semua tak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa. Jangan grusa-grusu. Kultur politik kita kompleks dan rumit. Jangan terjebak dengan teori-teori liberal individualisme yang lahir dari low-context culture. Budaya kita masuk kategori high-context culture, sarat dengan simbol, unggah ungguh, kaya nuansa interpretatif," jelasnya.

Sebelumnya, Ahok begitu ia disapa telah memilih partai berlambang kepala banteng menjadi pijakannya untuk kembali mengarungi kancah perpolitikan di Indonesia. Hal itu ditandai dengan kunjungannya ke Bali dan bersilaturahmi dengan pengurus DPD PDIP Bali pada Jum'at (8/2/2019) kemarin.

Dalam kunjungannya itu, BTP bahkan dipakaikan jaket partai sekaligus menunjukkan kartu tanda anggota PDI Perjuangan.

Loyalis BTP sekaligus caleg PDI Perjuangan Imah Mahdiah membenarkan mantan bupati Belitung Timur itu bergabung dua hari setelah keluar dari penjara. "Dari 26 Januari, sudah punya (KTA)," kata dia.

Dia menjelaskan, bergabungnya BTP tahun ini di PDI Perjuangan sudah mendapat restu dari Megawati. Imah menjelaskan, BTP datang langsung menghadap ke Megawati untuk meminta izin bergabung.