BREAKINGNEWS.CO.ID - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno turut mempertanyakan soal hoax (kabar bojong) soal surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta pada Rabu (2/1/2019) malam. Menurutnya, hoax yang diproduksi tersebut hanyalah untuk merongrong institusi demokrasi dan juga menjatuhkan kredibilitas pemerintah.

"Apa hoax perlu ditanggapi? Bukankah energi positif kita jadi tergerus karena hoax itu? Yang perlu dicatat adalah sekarang banyak bergentayangan agen-agen yang kerjanya memproduksi hujatan, kebencian, prasangka buruk, dan sejenisnya," kata Hendrawan kepada breakingnews.co.id saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Kamis (3/1/2019). "Tujuannya hanyalah untuk merongrong institusi demokrasi, menjatuhkan kredibilitas pemerintah," sambungnya.

Apakah perlu adanya dorongan bagi pihak kepolisian untuk mengusut masalah ini? Hendrawan mengatakan jika tak usah terpancing dengan hal-hal seperti itu. Dirinya hanya mengatakan jika para penyebar hoax tersebut saat ini tengah kebingungan, karena rakyat sendiri semakin paham mana yang harus dipahami dan mana yang tidak.

"Jangan terpancing. Sekarang penyebar hoax sedang kebingungan karena rakyat sudah semakin paham," ujarnya.

Adapun kabar mengenai adanya tujuh kontainer berisi surat suara pemilu yang sudah tercoblos beredar mulai Selasa (2/1/2019) sore. Seperti rekaman suara yang didengar breakingnews.co.id mengatakan bahwa tujuh kontainer tersebut datang dari Cina. Informasi itu menyebut bahwa masing-masing kontainer berisi 10 juta lembar surat suara dan satu kontainer telah dibuka.

Kabar tersebut juga menyebutkan bahwa surat suara sudah dicoblos pada gambar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01.

Menanggapi hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta Badan Pengawas Pemilu langsung turun ke lapangan guna melakukan pengecekan. Adapun pengecekan tersebut dilajukan di kantor Bea Cukai, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Setelah diselidiki, KPU pun memastikan bahwa kabar tersebut hoax. KPU tidak menemukan bukti-bukti seperti yang beredar.

Selain itu, KPU juga membantah kabar yang menyebut jika mereka telah menyita satu kontainer yang berisi surat suara yang sudah dicoblos.

"Berdasarkan keterangan yang didapat oleh pihak Bea Cukai, tidak ada kebenaran tentang berita tujuh kontainer tersebut, itu tidak benar," kata Ketua KPU Arief Budiman. "Tidak benar juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan itu, dan tidak benar bahwa KPU dikatakan telah menyita satu kontainer tersebut," sambungnya.

Terkait dengan surat suara pemilu, Arief mengaku jika hingga saat ini pihaknya belum memproduksi surat suara. Ia mengatakan surat suara baru akan diproduksi pada pertengahan Januari 2019 ini.