BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebanyak 29 penumpang calon kereta api terpaksa harus gagal berangkat menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB). Mereka diketahui gagal memenuhi persyaratan.

"Mereka kemudian tak kami ijinkan berangkat karena dokumen yang belum lengkap," kata Vice President Public Relations PT KAI, Joni Martinus, Rabu (13/5/2020).

Diketahui sebelumnya, PT KAI memberlakukan pemberangkatan Kereta Luar biasa mulai dari tanggal 12-31 Mei 2020. KLB sendiri memiliki tarif yang cukup mahal, yakni Rp 400-450 ribu per penumpang untuk kelas Ekonomi dan Rp 630 - 700 ribu per penumpang untuk kelas Eksekutif. Pemesanan tiket bisa dilakukan seminggu sebelum pemberangkatan.

Dalam perjalanan awal pemberangkatan KLB, Joni mengatakan dari enam perjalan yang tersedia jumlah penumpang hanya mencapai 62 penumpang.

"Meski okupansinya tak tinggi, pengeropasian KLB ini bertujuan melayani masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak," tambah Joni.

Sekalipun berangkat, namun Joni memastikan protokol penanganan Covid 19 tetap di perhatikan. Karena itu, 96 personil yang bertugas di sejumlah stasiun tetap berjaga.

Mereka yang terdiri dari Kemenhub, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Dinkes Daerah melakukan verifikasi terhadap calon penumpang. Mereka yang gagal penuhi persyaratan dipastikan tak berangkat.

Meski demikian, Joni memastikan pengoperasioan KLB ini tidak digunakan untuk pemudik. Karena itu PT KAI tak segan untuk membatalkan perjalanan bila ada calon penumpang yang diketahui sengaja melakukan perjalanan mudik.