BREAKINGNEWS.CO.ID - Naiknya hara tiket pesawat belakangan ini terus menjadi sorotan dari berbagai pihak. Untuk itu, Komisi V DPR RI berencana akan segera memanggil pihak maskapai penerbangan dan Dirjen Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud)

"Selasa (15/1/2019) pekan depan kami dari Komisi V akan memanggil maskapai penerbangan dan Dirjen Hubud guna membahas masalah ini," kata anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fary Djemy Francis kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Jum'at (11/1/2019).

Naiknya harga tiket pesawat tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada turunnya minat masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi udara itu. Saat dimintai pendapatnya, Fary pun enggan berkomentar lebih lanjut.

Belakangan ini, harga tiket pesawat mengalami kenaikan semenjak Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Seperti dilihat breakingnews.co.id, per Januari 2019 harga tiket disejumlah layanan jasa penjualan tiket online belum mengalami penurunan.

Salah satu contoh, harga tiket dari Jakarta ke Padang saat ini berada diatas harga wajar yang sebelumnya hanya sekitar Rp700 ribu. Namun, saat ini harga tiket pesawat dengan jurusan yang sama mencapai Rp1 juta lebih.

Naiknya harga tiket pesawat ini juga dikhawatirkan semakin lesunya tingkat ekonomi masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, dengan menggunakan jasa transportasi udara ini, jarak tempuh dari suatu kota ke kota lainnya dapat menghemat waktu. Berbeda dengan menggunakan jasa transportasi darat. Jarak yang harus ditempuh membutuhkan waktu berjam-jam.

Terlebih, Indonesia yang terdiri dari negara kepulauan ini, jasa transportasi udara dirasa sangat membantu dalam menunjang perekonomian masyarakat. Selain itu dari segi pariwisata, dengan adanya jasa transportasi udara dengan harga yang terjangkau, minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata pun juga dapat terpenuhi. Dengan akses yang mudah, para wisatawan juga turut nyaman dalam melakukan perjalannya.