BREAKINGNEWS.CO.ID - Belakangan ini, harga tiket pesawat mengalami kenaikan semenjak Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Seperti dilihat breakingnews.co.id, per Januari 2019 harga tiket disejumlah layanan jasa penjualan tiket online belum mengalami penurunan. Lantas, apa sih penyebab naiknya harga tiket angkutan udara tersebut?

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengatakan jika kenaikan harga tiket pesawat saat ini sejatinya karena masih suasana Nataru (Natal dan Tahun Baru). Agus juga mengatakan jika pemerintah memang menaikkan batas bawah yang tadinya 30 persen menjadi 40 persen. Meski begitu, tanpa ada kenaikan batas bawah, maskapai boleh-boleh saja menaikan harga tiket secara suka-suka.

"Yang naik itu 40 persen dari 30 persen. Jadi harga tiket harus di-range batas atas batas bawah. Artinya harga tiketnya tidak boleh melampui batas atas maupun batas bawah," kata Agus kepada breakingnews.co.id saat dihubungi, Jum'at (11/1/2019). "Kebetulan ini masih periode Natal 2018 dan Tahun Baru sampai sekitar 14 Januari 2019. Hotel juga sepi, karena Januari sampai Februari memang bulan sepi. Pantau saja harganya," sambung Agus.

Kendati demikian, kenaikan harga tiket pesawat itu sendiri sebenarnya bukanlah urusan regulator, dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Karena regulator hanya mengatur tarif batas atas dan batas bawah.

"Sejauh airline menerapkan tarif tidak melampaui batas itu, Kemenhub tidak perlu komentar. Jadi kenaikan tarif di dalam batas yang ditetapkan adalah suka-suka maskapai," tegasnya.

Menurutnya, ketika harga tiket tidak melewati batas atas dan batas bawah yang sudah diatur, maka pemerintah dalam hal ini Kemenhub tidak memiliki tanggung jawab apapun. "Jadi itu sudah masuk ke ranah 'bisnis to bisnis'. Jadi pemerintah tidak memiliki tanggung jawab apa-apa," terang Agus.

Naiknya harga tiket pesawat saat ini akibat regulasi baru tersebut pastinya berdampak pada turunnya minat para penumpang untuk menggunakan jasa transportasi udara ini. Agus pun tak menampik hal itu. Menurutnya, hal itu juga terlihat dengan menurunnya jumlah penumpang khususnya di sejumlah bandara-bandara besar di Indonesia.

"Pastinya mengurangi ya. Tapi kan ada pilihan lain. Sampai Tahun Baru 2019, jumlah penumpang kan mengalami penurunan di sejumlah bandara utama, terutama di Pulau Jawa. Karena kebanyakan orang saat ini sudah beralih menggunakan jasa transportasi lain. Keselamatan menjadi utama di sistem transportasi apapun," tegasnya.

"Jadi itu alamiah saja. Tidak bisa diatur. Jadi kalau misalnya maskapai merasa penumpangnya terus mengalami penurunan dan menutup penerbangan ke sejumlah wilayah, ya itu silahkan saja. Intinya soal harga tiket, pemerintah disini tidak bisa menaikkan atau menurunkan harga asalkan tidak melewati batas bawah yang sudah ditentukan," pungkasnya.