BREAKINGNEWS.CO.ID -Kalangan anggota parlemen menilai, dengan harga sawit yang saat ini masih rendah, semestinya menjadi salah satu pendorong bagi percepatan realisasi program B20. Pasalnya, dengan percepatan tersebut, diyakini harga sawit yang menjadi bahan baku utama bisa kembali naik.

"Program B20 ini harus terealisasi dengan baik dan berdampak terhadap kenaikan harga kelapa sawit, karena harga sawit sekarang ini sedang mengalami penurunan signifikan,"kata anggota Komisi VI DPR Hamdhani di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Menurut dia, bila pemerintah dapat mewujudkan program tersebut dengan tepat, maka tingkat harga sawit yang sedang rendah, ke depannya juga akan terangkat kembali.

Politisi Nasdem itu juga menginginkan pemerintah memberikan jaminan kepada petani kelapa sawit dan bukan hanya kepada pihak tertentu saja yang mendapatkan keuntungan.

Ia mengingatkan ada sekitar dua juta petani di berbagai daerah yang terdampak dari menurunnya harga kelapa sawit.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignatius Jonan meminta PT PLN (Persero) mengganti penggunaan sebagian solar untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan biodiesel, sebagai upaya menekan impor solar, mengingat masih ada PLTD dengan total kapasitas sekitar 2.000 MW.

Sedangkan, PT Pertamina (Persero) mengaku masih mengalami kekurangan pasokan bahan baku biodiesel yakni fatty acid methyl ester (FAME).

Dari 112 terminal BBM, baru 69 terminal yang sudah menerima pasokan FAME. Sebagian besar daerah yang belum tersalurkan FAME berada di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

Pada bagian lain, PT Pertamina menyebut bahwa  sepanjang 2018 telah merealisasikan perluasan Mandatori Biodiesel 20 persen (B30) sebesar 80 persen dari target periode berjalan. "Dalam pemantauan kami, perluasan B20 yang dicapai Pertamina sudah 80 persen dari target periode berjalan, saya optimis bisa 100 persen di akhir tahun 2018 nanti," kata Djoko Siswanto.

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo menyebutkan selama periode Januari hingga 14 September 2018, Pertamina telah menggunakan unsur nabati (fatty acud methyl ester/FAME) untuk campuran solar sekitar 1,8 juta kilo liter (KL) atau 80 persen dari target periode berjalan, yaitu berkisar 2,265 juta KL.