BREAKINGNEWS.CO.ID -  Harga minyak mentah turun lebih rendah pada penutupan perdagangan, Jumat (12/7/2019) WIB pagi. Itu terjadi usai  Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan permintaan minyak mentah untuk tahun depan.

Seperti dikutip dari laman Antaranews.com,  minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 0,23 dolar AS menjadi 60,20 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 0,49 dolar AS menjadi ditutup pada 66,52 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Permintaan minyak mentah OPEC diperkirakan rata-rata 29,3 juta barel per hari (bph) pada 2020, turun sekitar 1,3 juta barel per hari dari 2019, kata kartel minyak dalam sebuah laporan bulanan yang dirilis beberapa jam sebelumnya.

Laporan tersebut mengutip tren kenaikan produksi di luar grup yang menunjukkan surplus pasokan mungkin kembali meskipun ada pakta yang dipimpin OPEC untuk mengekang pasokan minyak mentah ke pasar.

Sebelumnya di sesi itu, harga minyak telah naik karena perusahaan-perusahaan minyak besar mulai menghentikan fasilitas produksi di Teluk Meksiko menjelang datangnya badai.

Potensi badai di Teluk Meksiko telah meningkat menjadi badai tropis Barry, yang dapat menguat kekuatannya pada akhir pekan, kata Pusat Badai Nasional AS.

Pada Kamis (11/7/2019), sekitar 53 persen produksi minyak di Teluk Meksiko dan hampir 45 persen produksi gas alam ditutup sebagai tindakan pencegahan, ungkap Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS.