SPANYOL - Tim Factory Yamaha Movistar merasa puas dengan penampilan pembalap anyar mereka, Maverick Vinales pada paruh musim pertama MotoGP. Meski datang dari tim pabrikan yang berdeda, Vinales mampu menjawab keraguan dari tim yang mempunyai logo Garpu Talla tersebut.

Sempat mencatatkan namanya pada puncak klasemen sementara, membuat Vinales terus tampil dengan sangat percaya diri bersama tim Factory Yamaha. Ia terus bekerja keras menunjukan performa yang baik dan menyatakan dirinya pantas berada di tim asal Jepang tersebut.

Seperti diberitakan, hasil positif yang diraih Vinales sejauh ini didapatnya dengan tidak mudah dan banyak sekali kendala, baik dalam lintasan maupun bersama tim di luar lintasan. Salah satu kendala yang dialami yaitu, YZR-M1 besutan Valentino Rossi dan Maverick Vinales mengalami kesulitan berbelok di tikungan, sehingga Rossi dan Vinales harus puas finis pada posisi ke-8 dan posisi ke-10, pada GP Catalunya, Spanyol.

Demi menujangkan performa dari pembalapnya, Yamaha Factory Movistar memberikan sasis baru sesuai permintaan rider mereka, alhasil Valentino Rossi berhasil meraih kemenangan pada MotoGp Belanda yang di adakan di Sirkuit Assen tersebut.

Namun ternyata, sasis baru tersebut belum berpengaruh secara signifikan terhadap laju kuda besi Vinales di lintasan. Vinales pun gagal finis pada GP Belanda, serta gagal podium di GP Jerman. Ia finis di posisi ke-4 di belakang Marquez, Folger & Pedrosa.

Vinales mengaku merasakan ada perbedaan dengan kuda besi miliknya. Ia bertekad untuk beradaptasi lagi demi mengembangkan kemampuannya.

“Untuk bisa seperti ini kita perlu bekerja sedikit lebih banyak, terutama di babak kualifikasi dan bersiap lebih baik untuk balapan. Semuanya ada di tangan kita dengan mencoba membuatnya lebih baik,” ujar Vinales mengutip dari PaddockTalk, Minggu (23/7/2017).

Maverick Vinales berharap di paruh musim kedua 2017, timnya mampu bekerja lebih baik lagi, dan Vanales juga akan mencoba merubah gaya balapnya untuk menyusaikan dengan karakter dari sasi baru Yamaha.

“Saya akan mencoba memperbaiki gaya membalap untuk kembali lebih kuat dan masa paruh musim ini menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kemampuan,” jelas rider berusia 22 tahun tersebut.