BREAKINGNEWS.CO.ID-Hingga hari ke-25 sejak kedatangan kali pertama jemaah haji di Tanah Suci pada 17 Juli 2018 lalu, sebanyak 461 kloter atau 169.505 jemaah telah tiba. Jumlah itu terdiri dari 167.425 jemaah ditambah 2.080 petugas.

Sementara berdasar rilis yang diterima Media Center Haji (MCH), jumlah jemaah wafat di Daerah Kerja Mekah kini menjadi 20 orang. “Jumlah jemaah wafat di Mekah sampai Kamis (9/8/2018) kemarin menjadi 20 orang,” kata Kasi Kesehatan Daker Makkah, dr. M. Imran dalam rilisnya, Jumat (10/8) pukul 10.00 Waktu Saudi atau sore WIB.

Hingga Sabtu (11/8) sore ini, menurut data dari Kementerian Agama, total jemaah haji yang wafat di Tanah Suci  mencapai 49 orang.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), total kelompok terbang yang sudah tiba di Mekah sebanyak 418. Enam kloter sudah dalam posisi berangkat ke Arab Saudi. Total yang sudah berangkat 424 kloter.

Sebanyak 175 jemaah menjalani perawatan. Jumlah tersebut terdiri dari mereka yang rawat inap, rawat jalan, dirujuk maupun mereka yang sempat dirawat dan sudah dinyatakan sehat.

Untuk jemaah yang meninggal dunia, Kemenag menjamin mereka akan dibadalhajikan. Badal haji adalah menghajikan orang lain dan hukumnya boleh dengan ketentuan bahwa orang yang menjadi wakil harus sudah melakukan haji wajib bagi dirinya dan yang diwakili (dihajikan itu) telah mampu untuk pergi haji tetapi dia tidak dapat melaksanakan sendiri karena sakit yang tidak dapat diharapkan sembuhnya.

Jemaah haji Indonesia akan terus, di mana gelombang kedua berdatangan ke Mekah via bandara Jeddah. Total jemaah Indonesia adalah 221 ribu jemaah terdiri dari haji reguler 204 ribu jemaah dan sisanya merupakan haji khusus.

Gelombang kedua atau gelombang terakhir ini akan berakhir pada 15 Agustus 2018. Untuk saat ini, seluruh jemaah haji gelombang pertama yang sempat 8 hari di Madinah, sudah semuanya berada di Mekah.

Petugas haji Indonesia juga sudah mulai difokuskan di Mekah. Dalam waktu dekat, konsentrasi petugas akan mulai disebar di Arafah, Muzdalifah dan Mina.