BREAKINGNEWS.CO.ID - Hakim Federal di California memerintahkan kepada rezim Presiden Trump untuk mempersatukan kembali anak imigran yang telah dipisahkan dari keluarganya dalam kurun waktu 30 hari ke depan.

Dalam surat perintah pengadilan pada Rabu (26/6/2018), hakim Dana Sabraw secara spesifik menyebut bahwa anak di bawah 5 tahun harus dipertemukan kembali dengan keluarganya dalam 14 hari. Sementara itu, anak imigran berusia lebih dari lima tahun harus dipertemukan kembali dengan orang tuanya dalam kurun waktu 30 hari.

Surat perintah itu juga menyebutkan bahwa pemerintah harus menyediakan layanan kontak telepon antara para imigran dengan anaknya dalam 10 hari ke depan. Akan tetapi, keputusan itu bukanlah berarti hakim meminta pemerintahan Trump menghentikan proses peradilan bagi para imigran yang menerobos perbatasan dengan cara ilegal.

"Perintah ini tidak menafikan kewenangan pemerintah untuk menegakkan hukum imigrasi atau kriminal, termasuk keputusan untuk membebaskan atau menahan yang bersangkutan," tulis Sabraw, sebagaimana dikutip CNN. Kasus ini pertama kali diajukan oleh oleh Uni Pembebasan Sipil Amerika (ACLU) pada Februari lalu untuk mewakili seorang perempuan Kongo yang dipisahkan dari putrinya.

"Keputusan ini adalah kemenangan besar bagi para orang tua dan anak yang berpikir mereka tak mungkin bertemu kembali. Air mata akan mengalir di pusat detensi di seluruh negara ketika mereka tahu bahwa mereka akan dipersatukan," kata Wakil Direktur ACLU, Lee Gelernt. Trump sendiri sudah meneken surat perintah untuk menghentikan aturan pemisahan keluarga imigran ini setelah dikecam oleh banyak pihak.

Di bawah kebijakan tersebut, pihak berwenang dapat mendakwa imigran yang tertangkap menyeberangi perbatasan Meksiko dengan cara ilegal. Sementara orang dewasa di penjara, anak-anak mereka dikirim ke tempat penampungan pemerintah. Akan tetapi, setelah aturan ini dihentikan, muncul permasalahan baru dikarenakan sudah ada 2.342 anak yang telah dipisahkan dari orang tuanya selama 5 Mei hingga 9 Juni 2018 lalu.

Kementerian Dalam Negeri AS pun mulai bergerilya meminta bantuan Kementerian Pertahanan agar bersedia menampung ribuan imigran anak tanpa pendamping. Pada pekan ini, Kemhan AS juga mengaku diminta menyiapkan tempat penampungan bagi 12 ribu imigran di basis-basis militer.

Melalui surat kepada Kementerian Pertahanan AS, Kemdagri meminta militer setidaknya menampung 2.000 imigran dalam 45 hari ke depan. Menurut Kemhan AS, Kemdagri meminta jika fasilitas militer tidak tersedia, mereka kan menyiapkan kamp semi-terpisah yang dapat menampung hingga 4.000 orang di tiga lokasi berbeda.