JAKARTA - Hacker asal Cina disebut telah mencuri data sensitif dari komputer milik seorang kontraktor Angkatan Laut AS.

Data yang dicuri tersebut termasuk rencana untuk misil supersonik anti-kapal yang diluncurkan dari kapal selam.

Seperti dilansir dari Washington Post, Jumat (8/6/2018), dari pejabat AS yang dirahasiakan identitasnya, insiden peretasan tersebut diduga terjadi antara bulan Januari dan Februari.

Dikatakan, informasi yang dicuri itu sebesar 614 gigabyte, termasuk rencana rahasia untuk mengembangkan rudal supersonik anti-kapal untuk digunakan pada kapal selam AS pada tahun 2020.

Informasi lain yang dicuri, termasuk sinyal dan data sensor untuk kapal selam, informasi yang berkaitan dengan sistem kriptografi, dan perpustakaan perang elektronik Angkatan Laut. Washington Post mengatakan, rincian tentang ratusan sistem mekanik dan perangkat lunak telah bocor karena peretasan itu, data itu sangat rahasia tapi terdapat dalam jaringan komputer pegawai kontrakan yang tidak rahasia.

Para pejabat AS tidak mengidentifikasi pegawai kontrak tersebut, tetapi mengatakan dia bekerja untuk Naval Undersea Warfare Center atau Pusat Peperangan Bawah Laut, sebuah organisasi militer AS yang bermarkas di Newport, Rhode Island.

Angkatan Laut sedang menyelidiki pelanggaran itu bersama Biro Investigasi Federal. Para penyelidik mengatakan, peretasan itu dilakukan oleh Kementerian Keamanan Negara Cina, sebuah badan mata-mata sipil.