BREAKINGNEWS.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan dicekal di Arab Saudi sehingga tak bisa kembali ke Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak di acara debat politik di salah satu stasiun tv swasta beberapa hari lalu.

Kabar pencekalan Habib Rizieq menyita perhatian publik. Bahkan, hal ini juga sempat dipertanyakan oleh banyak emak-emak di 'Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi' yang merupakan salah satu posko relawan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jalan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat yang didirikan untuk menerima aduan masyarakat.

"Jadi kemarin itu kita kaget, bahkan banyak emak-emak juga datang kesini dan nanya 'kok bisa Habib Rizieq dicekal, memangnya salah dia apa sampai gak bisa kembali ke negaranya sendiri," kata Pelaksana Harian Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma kepada wartawan, Jumat (21/9/2018). "Saya kira bukan hanya emak-emak itu, tapi rakyat Indonesia terkejut menyaksikan acara ILC kemarin, bukannya Habib Rizieq tak mau kembali tapi dia dicekal, keluarganya bisa keluar ke Arab Saudi tapi beliaunya gak bisa," sambungnya.

Menurut Lieus, pencekalan Habib Rizieq membuat emak-emak itu bahkan banyak masyarakat yang mengaku kecewa dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), lantaran tidak berupaya memulangkan Habib Rizieq ke tanah air. "Emak-emak ini kecewa, rakyat kecewa, karena pemerintah seperti tidak ada upaya memulangkan Habib Rizieq, dan cenderung membiarkan dia disana (Arab Saudi). Padahal rumahnya disini, dan kehadirannya di Indonesia sangat dinanti oleh masyarakat, karena beliau adalah salah satu tokoh bangsa dan ulama panutan," ungkap Lieus.

Koordinator Forum Rakyat ini menambahkan, seharusnya pemerintahan Jokowi segera mengambil langkah-langkah untuk memulangkan Habib Rizieq, serta menyelidiki dalang dibalik  pencekalan itu. "Gak ada alasankan seorang warga negara ada di luar negeri terus mau pulang gak bisa tanpa kesalahan yang jelas. Kasusnya juga sudah di SP3. Nah ini Pak Jokowi harus mengambil langkah-langkah segera, diselediki siapa yang melakukan pencekalan, ini kejahatan, beliau ini imam besar," tegasnya.

Jika pemerintah tidak memulangkan Habib Rizieq, lanjut Lieus, maka bisa menimbulkan kecurigaan adanya muatan politik dibalik pencekalan tersebut. "Dasarnya (pencekalan) apa? kan gak benar. Ini tanggungjawab presiden, kehormatan kita punya negara kan, kenapa bisa dicekal gitu? Janganlah menzolimi ulama-ulama Indonesia cuma karena beda pilihan politik. Ini harus segera diselesaikan," ucap dia.

Lebih jauh Lieus membeberkan, selain mempertanyakan alasan pencekalan tersebut, emak-emak yang menyambangi Rumah Aspirasi berharap kepada Prabowo-Sandi, agar nantinya jika mereka terpilih di Pilpres 2019, dapat menjamin kepulangan Habib Rizieq ke tanah air, apabila hal itu tidak dapat dilakukan oleh pemerintahan Jokowi.