MADINAH- Fase pemulangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah tinggal tiga hari lagi.  Kloter 10 Embarkasi Lombok (LOP 10) akan menjadi rombongan terakhir yang diberangkatkan pada Kamis, 5 Oktober  2017 mendatang.

Dari data Rilis data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama diketahui jika hingga  hari ini, Selasa (3/10/2017) sore, total jamaah Indonesia yang wafat  berjumlah 644 orang.  Jumlah ini terdiri dari 10 jamaah wafat di Jeddah, 462 wafat di Mekah, 83 wafat di Madinah, 21 wafat di Arafah, dan 68 jamaah wafat di Mina. Sebanyak 25 orang dari jumlah yang wafat adalah jamaah haji khusus.

Namun demikian, sampai saat ini masih ada dua jamaah haji Indonesia yang belum diketahui keberadaaanya. Untuk itu, petugas terus melakukan pencarian. Mereka melakukan penyisiran ulang beberapa titik pencarian di kawasan Makkah serta Arafah-Muzdalifa-Mina (Armina).

Dua jamaah haji yang hilang dan belum ditemukan

 

Dua jamaah tersebut adalah Atim Arta Ota (62 tahun), asal Bogor, Jawa Barat. Dia  belum diketahui keberadaannya sejak 15 Agustus 2017. Atim terpisah dari rombongannya, kelompok terbang (kloter) embarkasi 56 Jakarta-Bekasi (JKS 56) saat beribadah di Masjid Al Haram.

Jamaah kedua adalah Hadi Sukma Adsani (73), asal Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Hadi belum diketahui keberadaannya sejak 2 September 2017. Saat itu, jamaah kloter 37 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 37) ini diketahui keberadaannya ketika mabit (bermalam) di Mina untuk melempar jumrah.

"Mohon doanya. Kami akan sisir lagi dari nol titik-titik yang ada di Armina dan Makkah," kata Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kolonel Jaetul Muchlis.

Pencarian melibatkan lima orang petugas saja karena semua petugas Daerah Kerja Makkah sudah kembali ke Tanah Air dan habis masa operasionalnya. Seluruh petugas Daker Mekah telah tiba di Indonesia pada 29 September.

Jaetul bahkan mengaku sudah merambah cara spiritual dengan memohon doa khusus kepada para alim ulama di Tanah Air. Selain itu, tim pencari juga bermunajat di Multazam memohon diberi petunjuk keberadaan dua jamaah tersebut.