BREAKINGNEWS.CO.ID - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres, menawarkan mediasi PBB kepada India dan Pakistan apabila keduanya setuju dan meminta mereka untuk segera mengambil langkah guna menurunkan tensi panas di antara kedua negara tersebut.

Hubungan antara India dan Pakistan menegang setelah terjadi serangan bom bunuh diri pada Kamis (14/2/2019) lalu yang membunuh sebanyak 41 personel paramiliter India. "Kami sangat prihatin dengan naiknya ketegangan antara kedua negara," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, Selasa (19/2).

Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi sudah setuju apabila PBB campur tangan untuk meredakan ketegangan yang terjadi. Dilansir dari AFP, ia menuliskan sebuah surat persetujuan. "Sangat penting untuk mengambil langkah eskalasi. PBB harus turun tangan untukmenurunkan tensi," ujar Qureshi dalam suratnya, Senin (17/1).

Serangan bunuh diri tersebut diklaim kelompok berbasis di Pakistan Jasih-e-Mohammed (JeM), akan tetapi, Qureshi bersikeras bahwa investigasi tetap diperlukan agar hal itu benar-benar terbukti. Menanggapi panasnya situasi, Prancis disebut sedang mempertimbangkan mendorong PBB untuk menempatkan Masood Azhar, pemimpin JeM, dalam daftar teror PBB. Akan tetapi para diplomat Prancis menyebut Cina menentang pertimbangan tersebut. 

Cina sendiri sudah dua kali menentang jika pemimpin JeM itu dimasukkan daftar hitam, masing-masing pada 2016 dan 2017. JeM telah masuk daftar teror pada 2001. Kashmir telah terpecah antara India dan Pakistan sejak merdeka dari Inggris pada 1947. Kedua negara mengklaim kepemilikan sepenuhnya atas wilayah tersebut. Perang telah pecah sebanyak dua kali sehubungan dengan perselisihan tersebut.