BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengacara Gusti Randa yang ditunjuk Persija Jakarta menangani kasus dugaan pelecehan Marko Simic membeberkan, alur cerita klienya itu hingga bisa tertahan di Australia sampai saat ini. Gusti mengaku telah mendapatkan penjelasan dari Garuda, maskapai yang ditumpangi Simic menuju negeri Kangguru. Simic diduga melakukan pelecehan terhadap seorang wanita dalam penerbangan menuju Sydney, Australia dari Jakarta via Denpasar, Bali pada 9-10 Februari 2019.

"Jadi, Simic duduk di kursi nomor 37 perempuan itu ada di kursi nomor 39. Row 37,38, dan 39 memang sudah di-booking oleh Persija. Antara Simic dengan perempuan ini sudah saling kenal. Artinya kenal di atas pesawat. Bukan ujug-ujug tidak kenal. Ada sedikit pegangan tangan, dipegang tangan perempaun itu, lalu merasa tidak suka. Lalu dipegang lagi pahanya, lalu enggak suka. Nah perempuan itu melaporkan kepada pramugara," kata Gusti saat ditemui selepas Rapat Umum Pemegang Saham PT LIB di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Gusti menjelaskan, setelah kejadian itu, kasus selesai karena telah terjadi kesepakatan antara Simic dan perempuan tersebut. Terlebih, manajer Persija Ardhi Tjahjoko telah menasehati Simic. Akan tetapi, yang membuat Gusti bingung adalah mengapa saat hendak turun dari pesawat, Simic final warning card oleh pramugara. "Itu artinya, Simic telah melakukan tindakan destruktif. Itu yang harus saya cari penyebabnya. Karena Simic bangun tidur, dia bilang oke saja, dia enggak tahu juga apa itu artinya. Akhirnya, form yang berwarna kuning itu menjadi kesatuan dengan manifest pesawat sehingga ketika di terminal polisi langsung naik ke pesawat.," jelas Gusti.

Siapa Korban Simic?

Gusti mengungkapkan, perempuan yang diduga menjadi korban Simic merupakan orang Indonesia yang berstatus sebagai penduduk tetap di Sydney. Adapun tindakan dari Simic merupakan kejadian yang kedua kali dialami perempuat tersebut.

"Dia bernama Retno Winarsih. Lalu bagaimana penampilan dia kok bisa sampai dilecehkan kalau benar. Menurut pramugara memang dandananya seronok. Dan dia juga sudah dua kali menjadi korban pelecehan. Yang pertama dalam penerbangan Delta Air," kata Gusti.

Simic Tahanan Luar

Simic berada di Australia sejak (12/2). Ketika Persija harus kembali ke Jakarta setelah kalah dari Newcastle Jets, Simic tak bisa ikut dengan rekan-rekannya. Di negeri Kangguru itu, kata Gusti, Simic tidak dipenjara. "Dia bebas kemanapun dan melakukan apapun. Hanya paspornya ditahan. Jadi statusnya tahanan luar," ucap Gusti.