SLEMAN - Kendati mengalami erupsi freatik sebanyak tiga kali, status Gunung Merapi masih normal. Hal tersebut diungkapkan oleh Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). "Suara gemuruh terdengar dari Pos Babadan (4 km) saat letusan. Saat ini seismik kembali tenang. Status normal," tulis BPPTKG di akun Twitter @BPPTKG, Senin (21/5/2018).

Namun, pada pukul 19.03 WIB, Merapi kmbali mengalami erupsi freatik. BPPTKG menyatakan seismisitas Gunung Merapi kembali landai. "Masyarakat diminta tenang dan tetap waspada. #WargaMerapiBakoh #statusnormal," lanjutnya.

Adapun, letusan ketiga terjadi pada pukul 7.50 WIB dengan durasi 3 menit dan Amax 50 mm. Letusan yang ketiga itu disertai dengan suara gemuruh yang terdengar dari Pos Babadan yang letaknya sekitar 4 km dari puncak Merapi. Sedangkan letusan freatik pertama terjadi dini hari tadi pada pukul 01.25 WIB dan terjadi lagi pada pukul 09.38 WIB. Tinggi kolom letusan kedua diketahui 1.200 meter ke arah barat daya. Letusan kedua ini lebih besar dibanding letusan pertama yang ketinggian asapnya 700 meter.