JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jika Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi. Adapun abu vulkanik akibat erupsi tersebut membumbung setinggi 4.000 meter di atas puncak kawah. "Gunung Marapi di Tanah Datar Sumatera Barat kembali meletus dengan durasi 485 detik pada Rabu pagi. Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 4.000 meter di atas puncak kawah," tulis Sutopo di akun Twitternya, Rabu (2/5/2018).

Menurutnya, gunung tersebut saat ini berstatus waspada atau level II. Kendati demikian, ia mengatakan letusan tersebut tak membahayakan masyarakat. Alasannya, pada radius 3 kilometer dari kawah gunung tidak terdapat pemukiman warga. Selain itu, abu letusan tersebut menurutnya akan menyuburkan lahan pertanian warga. "Meskipun Gunung Marapi di Sumatera Barat beberapa kali meletus tapi tidak berbahaya karena di dalam radius 3 km dari puncak kawah tidak ada permukiman. Masyarakat tetap aman dan aktivitas normal. Justru abu letusan membuat lahan pertanian subur di Tanah Datar dan Solok," ujar dia.