BREAKINGNEWS.CO.ID - Masyarakat Ternate, Maluku Utara mendadak panik dan berhamburan keluar rumah usai melihat Gunung api Gamalama mengeluaran erupsi berupa asap berwarna putih kelabu pada Kamis (4/10/2018), pukul 11.52 WIT.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Darno Lamane, menjelaskan abu vulkanik dari erupsi Gunung api Gamalama setinggi 250 meter dari puncak awal terbawa angin ke arah barat laut dan jatuh di wilayah Kecamatan Ternate Barat dan Pulau Ternate.

Walaupun Gunung Gamalama meletus, namun statusnya masih tetap waspada tingkat II, dan terus diamati untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik gunung itu. Rilis dari Badan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos pemantau Gamalama, abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat laut.

Kegempaan tektonik lokal 1, Amplitudo : 31 mm, S-P : 9.31 detik, Durasi : 52.71 detik sedangkan tektonik jauh Jumlah : 11, Amplitudo : 3-22 mm, S-P : 11.83-16.76 detik dengan durasi : 58.18-165.8 detik.

"Gamalama mengalami erupsi minor, diawali dengan peningkatan kegempaan vulkanik yang sangat singkat. Sekitar satu jam sebelum kejadian terekam delapan kali mengalami gempa vulkanik," ujar Darno Lamane.

Darno mengatakan, perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Gamalama sudah menunjukkan peningkatan sekitar pukul 10.00 WIT dan pada pukul 11.52 WIT terjadi letusan serta belum diketahui kapan akan kembali meletus karena tergantung dari kondisi aktivitas vulkanik di gunung itu.

Menurut Darno, diawali dengan peningkatan kegempaan vulkanik yang sangat singkat sekitar satu jam sebelum kejadian erupsi terekam delapan gempa vulkanik dan mekanismenya kemungkinan adalah steam-driven eruption (ledakan hidrotermal ) dan dari sisi gas, Gamalama didominasi gas hidrothermal, sehingga, satus belum perlu dinaikkan karena rekomendasi saat ini masih memadai untuk erupsi yang terjadi.

Masyarakat diminta agar tetap tenang, tetap waspada dan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Gamalama. Saat ini Gamalama berada pada Status Level II (Waspada) Masyarakat di sekitar Gunung Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 Km dari kawah puncak.