BREAKINGNEWS.CO.ID - Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada Kamis (28/6/2018). Guna menghadapi kejadian tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) sudah memastikan kesiapannya dengan menyiagakan sejumlah bantuan baik logistik maupun kebutuhan dasar lainnya. Semua itu untuk diberikan kepada warga yang mengungsi akibat erupsinya gunung yang memiliki ketinggian 3.031 mdpl. "Kemensos sudah antisipasi semua, kesiapsiagaan dan persiapan di dinas sosial setempat termasuk Tagana juga sudah siap," kata Menteri Sosial Idrus Marham, Jumat (29/6/2018).

Menurut Idrus, pemerintah telah mengindentifikasi daerah-daerah yang memiliki kerawanan terhadap bencana. Daerah-daerah tersebut, menurutnya telah membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB). Sementara itu, Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang merupakan bagian dari Kemensos yang ada di daerah rawan bencana tersebut juga otomatis telah disiagakan. "Begitu juga dengan bantuan seperti logistik dan kebutuhan dasar korban bencana baik itu bencana alam maupun bencana sosial, kita sudah siapkan di setiap provinsi," tambahnya.

Idrus mengatakan jika terjadi bencana, maka sejumlah bantuan termasuk dengan bantuan tenaga dari Tim Tagana akan digerakkan. Idrus juga mengatakan jika hal itu sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku Kepala Negara. Jika terjadi bencana di suatu daerah, maka harus diambil tindakan karena tidak boleh ada warga yang terdampak bencana yang tidak ditangani. Ia juga mengatakan jika kemungkinan dalam beberapa hari kedepan, dirinya akan langsung turun ke lokasi bencana guna memastikan kesiapsiagaan yang telah direncanakan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Agung merupakan gunung suci umat Hindu Bali itu mengeluarkan asap sejak Kamis pada pukul 10.30 WITA hingga Jum'at dini hari. Aktivitas gunung tersebut mengakibatkan hujan abu vulkanik di bagian Barat dan Barat Daya Pulau Dewata tersebut. Sementara itu, Gunung Agung hingga saat ini masih bersatus siaga (Level III). Bahkan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sempat dilakukan penutupan karena sebaran abu vulkanik. Hal yang sama juga berlaku di dua bandara di Jawa Timur yakni Bandara Blimbingsari di Banyuwangi dan Bandara Notohadinegoro di Jember.