BREAKINGNEWS.CO – Kota Mamasa di Sulawesi Barat berturut-turut mendapat guncangan gempa dua kali berturu-turut pada pagi, Kamis (15/11/2018). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat   kekuatan gempa berkisar di angka  4,3 dan 3,5 magnitudo.

Seturut data di laman resmi BMKG hingga pukul 5.39 WIB, gempa susulan terjadi pada pukul 4.20 WIB berkekuatan 4,3 magnitudo dengan pusat gempa berjarak 19 km arah tenggara dari Mamasa dengan pusat gempa di darat berkedalaman 10 km. "Lokasi 3,02 Lintang Selatan (LS) dan 119,46 Bujur Timur (BT)," tulis BMKG.

Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas guncangan III MMI di Mamasa.

Selang lewat lima menit kemudian,  gempa susulan berikutnya kembali mengguncang berpusat di darat 16 km di timur laut Mamasa pada kedalaman yang sama dengan kekuatan 3,5 magnitudo.

Gempa yang berlokasi pada 2,8 LS dan 119,44 BT itu dirasakan dengan intensitas II MMI di area Mamasa.

Sebelumnya, pada pukul 3.31 WIB gempa berkekuatan 2,9 magnitudo mengguncang pada kedalaman 10 km di titik 0,73 LS dan 119,98 BT di darat 22 km timur laut Palu, Sulawesi Tengah.

Gempat tersebut dirasakan dengan intensitas guncangan II-III di Palu.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi di wilayah Kabupaten Mamasa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme turun.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” katanya.

Rahmat menambahkan, warga diminta agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan adanya isu.   “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.

Getaran gempa yang terasa hingga Kota Palopo membuat warga yang sedang berolah raga di lapangan Pancasila atau depan kantor Balaikota Palopo kaget. “Sudah dua kali gempa terasa pagi ini, saya merasakan ada getaran yang saya pikir karena efek olah raga tapi teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama,” kata salah seorang warga, Abdel Rauf.