BREAKINGNEWS.CO.ID-Wacana penghapusan koridor 1 jalur bus Transjakarta dibantah secara tegas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya saat ini Pemprov DKI Jakarta justru ingin menjadikan Jakarta memiliki transportasi umum yang terintegrasi baik jalur Transjakarta maupun mass rapid transit (MRT).

“Nggak ada, menurut saya sih jangan diputar-putar terus lah. Tidak ada rencana penghapusan koridor. Jadi jangan hanga koridor 1,2,3,13 bukan, kita akan membuat rute transportasi masal yang bisa menjangkau di atas 90 persen wilayah,” tegas Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Agar transportasi bisa terintegrasi nantinya Pemprov DKI Jakarta akan membuat pengaturan rute yakni rute yang diperpendek, ruter diperpanjang dan ada rute yang digantikan dengan moda transportasi lain. Namun untuk saat ini justru penggeseran rute saat MRT akan mulai beroperasional tidak diperlukan.

“Karena itulah justru masanya dimana kita mulai mengintegrasikan, yang penting adalah antar moda itu tersambungkan. Jadi kalau seorang naik Transjakarta turun di halte maka samping haltenya harus bisa nyambung ke moda lain jangan sampai halte Transjakarta jauh dari pintu masuk MRT,” papar Anies.

Wacana penghapusan koridor 1 mencuat setelah PT MRT Jakarta memberikan usulan pada Pemprov DKI Jakarta karena jalur tersebut berhimpitan dengan jalur MRT Jakarta fase 1 rute Stasiun Bundaran Hotel Indonesia-Stasiun Depo Lebak Bulus. Sementara koridor 1 Transjakarta adalah koridor Transjakarta yang beroperasi dengan jurusan Terminal Blok M-Stasiun BRT Stasiun Kota.

Sebelumnya mantan Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah melarang Pemprov DKI hapus koridor 1 melainkan mengajak supaya mengkaji usulan tersebut mengingat jumlah pegawai pada koridor itu cukup banyak.

“Kami tidak pernah menghalangi untuk penghapusan yang kita pikirkan adalah aspek-aspek pelayanan tadi,” tegasnya, Senin (29/10/2018).