BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat mengatakan program mengaji maghrib bukan merupakan instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Ia menyebut kegiatan itu sudah berlangsung lama sejak tahun 2018 lalu dan baru diterapkan di Jakarta Selatan.

“Ini bukan program Pemprov jadi ini tidak ada Ingub (instruksi gubernur), tidak ada perintah pak gubernur jadi semuanga dikembalikan ke kesadaran warga masyarakat masing-masing,” ujar Hendra di Balaikota Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Menurut Hendra program serupa juga sudah diterapkan di Jakarta Barat namun dengan nama ‘jam belajar masyarakat’ yang belaku sejak pukul 18.00 WIB hingga 21:00 WIB. Program itu juga tidak berdasarkan instruksi gubernur dan kerjasama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“Itu merupakan datang dari kesadaran diri sendiri keluarga. Kalau kita lihat dia (anak) main hp atau nonton tipi sementara PRnya terbengkalai kan ngenes juga,” tuturnya.

Meski tidak termasuk dalam program maupun instruksinya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendukung penuh kegiatan tersebut demi terciptanya moral bangsa yang baik. “Secara moral kegiatan yang baik itu harus didukung. Artinya secara moral yang baik baik kami dukung,” pungkasnya.

Sementa itu Walikota Jakarta Selatan Marullah Mattaliti mengatakan bahwa program maghrib mengaji adalah pembinaan mental dan spiritual demi menciptakan suasana keagamaan yang lebih baik. Bahkan program ini tidak mendapat menggunakan APBD DKI Jakarta.

“Maghrib mengaji itu programnya namanya pembinaan mental, dan spiritual masyarakat. Tahun 2018 saya dikukuhkan, dilantik jadi wali kota, kira-kira sebulan kemudian saya sudah canangkam kegiatan-kegiatan maghrib mengaji, ini pesannya dari pimpinan dalam hal ini Pak Gubernur,“ imbuh Marullah. (Puji)