BREAKINGNEWS.CO.ID - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan jika saat ini aktivitas vulkanik Gunung Agung cenderung mengecil dan menurun. Selain itu, kawasan yang dinyatakan berbahaya hanya berjarak sejauh radius 4 kilometer dari puncak kawah. Kendati demikian, pengawasan terhadap aktivitas gunung tersebut terus dilakukan pasca-peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis (28/6/2018).

"Sampai saat ini, radius yang dianggap berbahaya hanya berjarak 4 kilometer," kata Pastika, Jumat (29/6/2018).  "Sejauh ini, pengamatan Gunung Agung Karangasem berangsur membaik sejak gejala erupsi pada Oktober 2017 dan Januari 2018 hingga peningkatan aktivitas vulkanik pada kemarin malam," ujarnya. Menurutnya, kemarin malam itu ketinggian asap akibat erupsi tersebut mencapai 1.000-1.500 meter dan arah angin pun menuju ke Barat dan Barat Daya. "Hal tersebut yang mengakibatkan Bandara Ngurah Rai, Bali ditutup," ujar Gubernur Pastika.Meski aktivitas vulkanik gunung yang memiliki ketinggian 3.031 mdpl itu dinilai sudah menurun, namun dirinya meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi seluruh aturan.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta langsung mengumpulkan Tim Penanggulangan Pengungsi Pra-Bencana untuk melakukan pertemuan guna membahas langkah-langkah antisipasi, jika Gunung Agung mengalami erupsi yang lebih besar dan mengantisipasi gelombang pengungsi. Ia meminta kepada seluruh tim untuk bersiap menerima pengungsi yang membutuhkan tempat yang aman. Tak hanya itu, instansi terkait pun diminta untuk berkoordinasi secara intensif agar tidak mengecewakan para pengungsi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung Putu Widiada mengatakan jika gunung tertinggi di Pulau Dewata tersebut mengalami erupsi cukup besar. Akibatnya, terjadi hujan abu vulkanik yang disertai dengan sura gemuruh. Adapun warga yang mengalami hujan abu pun memilih untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Namun laporan terakhir hari ini (29/6), warga yang sempat mengungsi tersebut, telah kembali pulang ke rumah masing-masing," katanya.

Ia pun menegaskan jika hingga saat ini belum ada pengungsi yang memasuki wilayah Kabupaten Klungkung. Namun stok obat-obatan, tenda serta masker sebanyak 20 dus telah disiapkan.