BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara negara tersebut, menuturkan akan tetap pulang ke Tanah Airnya usai serangkaian kunjungan ke Amerika Latin meskipun dirinya terancam ditahan karena Presiden Nicolas Maduro mencekal rivalnya itu untuk ke luar negeri.

"Jika rezim itu berani menculik kami, itu akan menjadi kesalahan terakhir yang mereka buat," ujar Guaido sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (3/3/2019). Guaido kemudian memastikan bahwa setibanya di Venezuela, dirinya akan kembali mengadakan unjuk rasa besar-besaran untuk mendesak Maduro mundur.

Pemimpin Majelis Nasional Venezuela ini memulai rangkaian kunjungannya pada pekan lalu dari Kolombia, di mana ia berupaya mencari cara untuk membawa masuk bantuan internasional yang tertahan karena diblokade Maduro. Ia kemudian bertolak ke Brasil, Paraguay, Argentina, dan berakhir di Ekuador guna menghimpun dukungan untuk transisi pemerintahan di Venezuela dan pemilihan umum yang adil.

Perjalanan ini dilakukan sekitar satu bulan setelah Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim (sementara) Venezuela di tengah unjuk rasa besar-besaran untuk mendesak Maduro mundur. Tidak hanya Amerika Serikat, sekitar 50 negara lain juga memberikan dukungannya bagi Guaido, termasuk Brasil dan Kolombia.

Di tengah kisruh ini, Mahkamah Agung Venezuela merilis surat pencekalan bagi Guaido. Maduro mengatakan bahwa pencekalan perlu dilakukan karena Guaido berusaha membentuk koalisi dengan bantuan AS untuk melakukan kudeta. Maduro juga memblokade bantuan dari AS yang saat ini menumpuk di perbatasan Venezuela dengan Kolombia. Ia mengatakan bahwa bantuan itu merupakan salah satu jalan masuk bagi AS untuk melakukan invasi.