BREAKINGNEWS.CO.ID – Pada bulan April lalu, Google resmi menyatakan jika pihaknya sudah tidak lagi membuang uang pada aplikasi pesan pintar Allo. Dan saat ini, Google pun resmi mengumumkan jika mereka akan menutup aplikasi Allo pada bulan Maret 2019.

Pemberitahuan tersebut resmi diposting Google pada halaman resmi yang menjelaskan bagaimana pengguna Allo dapat membuat back up (cadangan) riwayat percakapan mereka.

Google menyatakan jika timnya belajar banyak dari Allo, terutama mengenai machine learning (pembelajaran mesin). Beragam fitur baru yang menggunakan pembelajaran mesin telah ditambahkan ke aplikasi Google Messages.

Anil Sabharwal selaku Wakil Presiden Chrome, Comms dan Photos Google, mengatakan bahwa Allo tidak pernah “mencapai tingkat daya tarik yang kami harapkan.”

Dan menurut 9to5Google, para pengguna Allo telah mengeluhkan berbagai bug termasuk ketidakmampuan aplikasi untuk mengirim pesan. Untuk aplikasi chat “pintar”, masalah itu saja sudah cukup untuk membuatnya kehilangan para penggunanya. Kini, Google pun memindahkan tim Allo ke aplikasi Messages karena perusahaan berfokus pada peningkatan SMS.

Sementara itu, Hangouts Chat dan Hangouts Meet akan menjadi titik pendaratan untuk migrasi pengguna setelah aplikasi Allo ditutup, keduanya benar-benar dirancang untuk penggunaan perusahaan.

Mulai saat ini, Google akan terus bekerja pada aplikasi video chat Duo yang sukses, dan mendorong Messages untuk mengirim SMS. Messages juga akan menjadi rumah bagi Chat, protokol untuk Layanan Komunikasi Kaya (RCS) yang pada akhirnya akan menggantikan SMS.

RCS sendiri menggunakan koneksi data, bukan koneksi operator selular, dan akan dapat mengingatkan Anda secara real time ketika seseorang membalas pesan Anda. Anda juga akan dapat mengetahui dengan pasti jika penerima pesan yang Anda kirim telah membacanya.