JAKARTA - Perusahaan induk Google, Alphabet menjadi salah satu perusahaan yang ingin menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produksi makanan.  Seperti yang dilansir dari laman Engadget, Rabu (28/3/2018), Divisi X dari perusahaan induk Google itu mengungkapkan bahwa mereka tengah berusaha untuk menemukan cara untuk membantu para petani menjadi lebih produktif menggunakan machine learning atau mesin pembelajaran.

Meski Divisi X belum menyebutkan solusi spesifik yang sedang mereka kembangkan, kepala laboratorium Astro Teller berkata pada MIT Technology Review bahwa AI bisa digabungkan dengan drone atau teknologi robotik lainnya. Teknologi ini bisa digunakan untuk menentukan kapan petani harus panen atau membantu petani yang tinggal di kawasan yang mengalami perubahan cuaca.

Ada tiga kriteria yang membuat sebuah proyek menarik perhatian Divisi X.  Pertama, proyek itu harus berpotensi menyelesaikan masalah yang dapat membantu jutaan atau bahkan miliaran orang.
Kedua, teknologi itu harus melibatkan teknologi canggih.  Ketiga, solusi itu harus bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 5 sampai 10 tahun.

Namun, seperti yang disebutkan oleh Engadget, jangan berharap Divisi X akan dapat selesai mengembangkan teknologi ini dalam waktu dekat. Selain itu, masih belum diketahui apakah usaha Divisi X akan berakhir dengan munculnya solusi praktis yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah kekurangan pangan.

Memang, AI bisa sangat membantu dalam bidang pertanian. Gagal panen adalah masalah besar dalam dunia pertanian. Menurut PBB, setiap tahunnya, gagal panen menyebabkan 20-40 persen dari total produksi tidak bisa digunakan, baik karena penyakit atau karena hama.

Pertanian terbesar sekalipun terkadang masin menemui masalah berupa penurunan panen atau kualitas panen yang kurang baik. AI bisa digunakan untuk memaksimalkan hasil panen, tidak hanya dalam jumlah, tapi juga kualitas dari panen itu sendiri.