JAKARTA - Google mencatat bahwa selama beberapa bulan terakhir pada Chrome Web Store telah terjadi peningkatan dalam ekstensi jahat yang berpura-pura memberikan fungsionalitas yang bermanfaat, tetapi pada kenyataannya mengandung skrip penambang mata uang virtual (cryptojacker) yang berjalan di latar belakang tanpa persetujuan pengguna.

Seperti dilansir dari GK Men, Selasa (3/4/2018), Google telah membuat aturan baru yang akan mempersulit para cryptojacker. Google mengumumkan bahwa mereka akan melarang semua ekstensi penambang mata uang virtual untuk Chrome. Alasannya adalah karena banyak penipu yang membuat ekstensi untuk menambang menggunakan perangkat korban.

Pada awalnya, Chrome Web Store mengizinkan adanya ekstensi penambang mata uang virtual dengan syarat tertentu. Salah satunya, ekstensi itu hanya berfungsi untuk menambang cryptocurrency. Syarat lainnya adalah pengguna yang memanfaatkan ekstensi itu tahu bahwa ekstensi itu berfungsi untuk menambang mata uang virtual. Seperti yang disebutkan CNET, memperingatkan pengguna penting karena proses menambang mata uang virtual biasanya akan memaksa komputer untuk bekerja dengan sangat keras.

"Sayangnya, 90 persen dari ekstensi dengan kode penambang yang para developer coba unggah ke Chrome Web Store tidak memenuhi persyaratan ini. Karena itu, ekstensi-ekstensi penambang telah ditolak untuk dimasukkan atau dihapus dari Store," kata James Wagner, Extensions Platform Product Manager, Google dalam sebuah blog post.

Pada bulan Desember, Google harus menghapus ekstensi Archive Poster setelah Bleeping Computer melaporkan bahwa ekstensi Tumblr itu sebenarnya menambang mata uang Monero pada lebih dari 105 ribu perangkat. Beberapa ekstensi lain, yang terkadang menyamarkan diri sebagai penyingkat URL, juga dihapus oleh Google dalam waktu enam bulan belakangan.

Mata uang virtual seperti Bitcoin atau Ethereum bisa didapatkan dengan "menambang" ketika penambang menggunakan komputer untuk melakukan autentikasi dan merekam transaksi yang terjadi. Proses ini sangat menguras tenaga komputer. Karena itu, para penipu berusaha menggunakan perangkat orang lain untuk mendapatkan mata uang virtual tanpa harus membuat komputer yang memadai.

Skema itu disebut "cryptojacking". Google mengatakan, mereka tidak lagi menerima ekstensi untuk menambang dan akan menghapus ekstensi yang ada pada akhir Juni. Namun, aplikasi terkait blockchain masih diperbolehkan untuk masuk ke Store.