JAKARTA - Bug menjadi masalah program yang tidak bisa dihindari di setiap perusahaan digital. Selain menjadi perusahaan mesin pencari,
Google berusaha tingkatkan kwalitas aplikasi di Playstore dengan meluncurkan program bug bounty. Program ini dimaksud berlainan di banding program sama yang sempat dikerjakan oleh Google.

Pada program bug bounty yang lama, hanya fokus temukan kekurangan di website serta system operasinya. Sedang pada program bug bounty paling baru, Google juga akan membayar peretas yang temukan kerentanan di aplikasi buatan pihak ke-3. Mereka mesti memberikan laporan temuan mereka dengan segera pada pengembang serta bekerja sama juga dengan mereka sebelumnya memberikan laporan temuan mereka lewat basis HackerOne untuk memperoleh hadiah yang sudah dijanjikan.

Google sediakan hadiah sebesar USD 1.000 (sekitaran Rp.13juta) untuk tiap-tiap temuan yang penuhi persyaratan. Program ini tidak berlaku untuk aplikasi yang dipandang spam. Temuan baru didasari bila mereka dapat temukan kerentanan diaplikasi seperti Dropbox, Duolingo, LINE, Snapchat, Tinder, Alibaba, Mail.ru, serta Headspace.