BREAKINGNEWS.CO.ID- Fraksi Partai Golkar mengakui kekurangan hajatan pemilu serentak yang dihelat 17 April 2019 lalu. Golkar pun tidak menutup mata terhadap kekurangan tersebut. 
 
Fraksi Partai Golkar mengaku turut berbela sungkawa atas meninggalnya para petugas pemilu yang berjumlah 469 orang dari KPU dan 92 orang dari Bawaslu. "Mereka sebagai pahlawan demokrasi," ujar Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI, Adis Kadir di Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019). 
 
Menurut Kadir, pihaknya memberi penghargaan setinggi-tingginya terhadap penyelenggara pemilu dari tingkat TPS hingga ke pusat.
 
"Tidak terkecuali kepada TNI/Polri yang mengawal keamanan seluruh proses pelaksanaan Pemilu serentak 2019 sehingga berjalan aman, tertib dan damai," tegasnya. 
 
Golkar kata Kadir menolak dengan tegas Pansus pemilu oleh DPR RI. Pasalnya kata Kadir, proses pemilu di setiap tahapan telah berjalan dengan baik dan setiap masalah yang muncul telah diselesaikan secara tuntas sesuai prosedur berdasarkan UU No. 7 tahun 2017 tentang pemilu, PKPU dan Peraturan Bawaslu. 
 
"Apabila masih dirasa ada masalah yang belum selesai, terkait hasil pemilu silahkan mengajukan perselisihan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi," tukasnya.