BEKASI - Partai Golkar Kota Bekasi mengklaim bila sudah mengumpulkan kekuatan setengah dari kursi di DPRD Kota Bekasi untuk mengusung Rahmat Effendi kembali maju pada Pilkada Kota Bekasi 2018 yang akan datang.

“Total 25 kursi di DPRD sudah dipastikan mengusung pak Rahmat Effendi, " Kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Kota Bekasi, Maryadi, Kamis (12/10/2017).

Lanjut Maryadi, 25 kursi itu didapat dari gabungan beberapa partai yang mempunyai kursi di DPRD Kota Bekasi. Diantarnya Golkar (8 Kursi), PPP (4 Kursi), Demokrat (4 Kursi), Hanura (4 Kursi), PAN (4 Kursi) serta PKB (1 Kursi).

" Semua sudah melakukan kesepakatan baik lisan juga tertulis yakni mengusung Rahmat Effendi pada Pilkada. Kita juga mendapat dukungan dari partai yang tidak memiliki kursi di DPRD seperti Perindo, dan Nasdem, " katanya.

Dia mengungkap dengan kekuatan 25 kursi sudah cukup untuk mengusung pasangan calon. Bahkan juga melebihi syarat yaitu 20 % dari jumlah kursi di DPRD.

" Syarat mengusung Paslon itu minimal 10 kursi. Kita sudah mengumpulkan 25 kursi. Ini akan menjadi kekuatan yang besar di Pilkada, " tegasnya.

Meski begitu, Partai Golkar tetap membuka peluang pada partai yang belum bergabung diantaranya PDIP, PKS serta Gerindra.

“Kami tetap melakukan komunikasi dengan tiga partai itu. Dan membuka kesempatan jika diantara partai itu mau bergabung, ” katanya.

Maryadi juga memberi sinyal bila calon Wakil Wali Kota yang akan mengikuti Rahmat Effendi berasal dari kalangan politisi.

"Untuk siapa yang akan mendampingi pak Rahmat Effendi, masih dalam pembahasan. Tapi, kita sudah beri masukan jika mengambil pasangan dari politisi, bukan birokrat. Bisa saja kita ambil dari kader partai tengah yang merupakan rekan koalisi. Yang jelas keinginan pak Rahmat Effendi harus orang Jawa atau daerah lain seperti Madura," katanya.

Sementara, Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Jawa 1 Partai Golkar, Agun Gunanjar Sudarsa, menyebutkan partai Golkar menyerahkan sepenuhnya pada Rahmat Effendi untuk meramu koalisi juga menentukan siapa yang akan mendampingi Wali Kota Bekasi itu.

"Untuk koalisi tidak dipaksakan, diupayakan apabila mencapai tujuan pemenangan. diluar itu masih dimungkinkan sesuai kondisi objektif di kabupaten/kota masing-masing termasuk Kota Bekasi,” tandasnya.

BREAKINGNEWS.CO.ID