Los Angeles – Tersandung masalah pengunaan Clenbuterol usai melakukan tes obat-obatan, membuat petinju asal Mexico, Saul “Canelo” Alverez harus mundur dalam duel ulangnya melawan Gennady "GGG" Golovkin; Duel itu sebelumnya telah direncanakan bekal terjadi pada 6 Mei 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Hal tersebut membuat promotor Alverez, Golden Boy Promotions harus mengatur ulang jadwal untuk kembali mempertemukan kedua petinju tersebut, sembari berharap hukuman yang dijatuhkan oleh Komisi Atletik Nevada (NSAC) pada Alverez tak begitu berat dan bila perlu dibebaskan. Sejauh ini, NSAC baru menjatuhi hukuman sementara terhadap Canelo. Tanggal 18 April 2018, NSAC menjadwalkan Canelo untuk hadir di hadapan mereka guna memberikan pernyataannya.

"Sebagaimana yang Anda ketahui semua, ada hearing pada 18 April dan sangat tidak mungkin ini akan tuntas dengan tepat pada saat itu, dan kami membutuhkan waktu yang cukup untuk mempromosikan pertarungan ini," ungkap Presiden GBP, Eric Gomez seperti dikutip ESPN. "Selain itu, mengingat peraturan saat ini di Nevada, kami telah diberitahu, dan sangat disayangkan bahwa tidak mungkin Canelo akan dibersihkan untuk bertarung pada Mei," Gomez menambahkan.

Gomez pun berharap masalah yang menimpa Canelo ini dapat dituntaskan selambat-lambatnya pada 18 April. "Kami berharap masalah ini akan terselesaikan dan kami berharap Canelo akan dibebaskan sehingga kami dapat menjadwal ulang pertarungan untuk Agustus atau September," harapnya.

NSAC berencana untuk memberikan hukuman larangan tanding kepada Canelo selama satu tahun. Namun, hukuman tersebut diharapkan bisa dikurangi menjadi kurang dari enam bulan agar Canelo bisa kembali ke ring tepat pada akhir pekan Hari Kemerdekaan Meksiko, September 2018.