BREAKINGNEWS.CO.ID - Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, menyarankan partai Gerindra tidak memasukkan senior Pusat Penelitian Politik LIPI Siti Zuhro ke dalam badan fit and propertest calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Namun jika ingin tetap melibatkan Siti Zuhro, maka Gerindra sepatutnya tidak memasukkanya menjadi bagian internal partai. Artinya, keberadaan Siti nantinya sebagai penengan antara Gerindra dan PKS dalam melakukan fit and propertest.

“Gerindra memasukan bu Siti Zuhro, kalau boleh usul pengujinya jadi lima supaya ganjil. Saya pikir idealnya dia (Siti) menjadi luar internal jadi tidak terlibat dari dua partai,” kata Emrus saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Tidak sampai di situ, Emrus pun memandang fit and propertest (uji kepatutan dan kelayakan) terhadap Cawagub DKI tidak terlalu penting mengingat kualitas yang dimiliki PKS sudah matang. Di mana PKS merupakan partai besar sehingga dipastikan calonnya pun punya kualitas bagus untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

“Dua kandidat PKS saya kira punya kemampuan karena PKS partai udah matang, saya kira tidak sembarang ajukan untuk diumumkan pada DPRD DKI Jakarta pula,” ujarnya.

Ia pun berharap jika fit and propertest tetap dilangsungkan maka sebelum tahun 2019 mendatang warga Jakarta sudah mendapatkan Wagub DKI baru. Melihat juga banyaknya beberapa posisi jabatan kosong di kecamatan ataupun kelurahan yang masih menunggu dapat Wagub DKI baru. “Kalau cepat lebig baik paling tidak sebelum akhir Desember udah dapat Wagub,” pungkas Emrus.