JAKARTA - Fenomena alam yang terjadi memang ada yang merugikan dan ada pula yang membuat kita berdecak kagum. Salah satunya adalah peristiwa gerhana bulan total yang akan terjadi di tahun 2018 ini. Tidak hanya sekali saja, kita dapat melihatnya sebanyak dua kali.

Indonesia ternyata memiliki kesempatan yang istimewa ini. Gerhana bulan total yang pertama masyarakat Indonesia akan bisa melihatnya pada awal tahun, yaitu 31 Januari 2018. Sedangkan yang kedua pada 28 Juli 2018 mendatang.

Gerhana ini sebenarnya bisa diamati dari Eropa Utara hingga ke Timur, seluruh Asia, Australia, Oseania, sebagian Afrika, Amerika Utara, sebagian Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Samudra Hindia, Arktik, dan Antartika. Namun, negeri kita tercinta menjadi salah satu lokasi pengamatan terbaik karena berada di dekat titik pusat gerhana.

Nantinya, kita bisa mulai mengamati gerhana bulan total pertama, 31 Januari 2018 ini sejak pukul 17.51 WIB (18.51 WITA, 19.51 WIT), saat bulan mulai memasuki bayangan terang (disebut penumbra) bumi. Gerhana pun berlanjut dengan gerhana sebagian, yang mana bulan akan tampak mulai seperti "tergigit", fase ini dimulai pada pukul 18.48 WIB (19.48 WITA, 20.48 WIT).

Selanjutnya, fase gerhana total pun akan dimulai pukul 19.51 WIB (20.51 WITA, 21.51 WIT). Di sini, rona merah pada permukaan bulan akan mulai terlihat. Puncak gerhana total baru akan terjadi sekitar pukul 20.29 WIB (21.29 WITA, 22.29 WIT), dan akan berakhir pukul 21.07 WIB (22.07 WITA, 23.07 WIT).

Setelah itu, gerhana bulan sebagian terjadi lagi hingga sekitar pukul 22.11 WIB (23.11 WITA, 00.11 WIT [1 Februari 2018]). Secara keseluruhan, gerhana bulan total ini akan berlangsung selama 1 jam 16 menit. Berbeda dengan gerhana bulan total pertama (31/1), gerhana kedua pada (28/7) akan berlangsung lebih lama, sekitar 1 jam 43 menit.

Namun, untuk Indonesia, masyarakatnya harus sedikit begadang karena peristiwanya terjadi pada tengah malam. Gerhana ini teramati mulai dari Amerika Selatan, Eropa, Afrika, sebagian besar Asia, Australia, hingga Oseania. Pengamatan gerhana bulan total 28 Juli 2018 bisa dimulai sejak saat bulan memasuki bayangan penumbra bumi, yakni pukul 00.14 WIB (01.14 WITA, 02.14 WIT).

Bulan kemudian akan tampak "tergigit" lagi saat sebagian mulai masuk bayangan umbra bumi mulai pukul 01.24 WIB (02.24 WITA, 03.24 WIT). Gerhana bulan total pun akhirnya dimulai pukul 02.30 WIB (03.30 WITA, 04.30 WIT), bulan akan tampak memerah pada jam ini. Puncak gerhana total akan teradi pukul 03.21 WIB (04.21 WITA, 05.21 WIT).

Warna merah bulan karena digerhanai bumi akan terus bertahan hingga pukul 04.31 WIB (05.31 WITA, 06.31 WIT). Sayangnya, setelah ini, hanya Indonesia bagian barat dan tengah saja yang masih bisa melihat gerhana bulan. Untuk Indonesia bagian timur, Bulan sudah terbenam.

Setelah fase total tadi, gerhana bulan sebagian masih berlanjut hingga pukul 05.19 WIB (06.19 WITA). Dengan begitu, sambil melihat gerhana bulan yang akan berada di langit barat, kita bisa sekaligus berburu sunrise di langit timur.

Karena alasan ini, Anda bisa mencari destinasi yang cocok untuk berburu gerhana sekaligus sunrise. Jadi siapkan diri kalian dan ajak juga orang-orang terdekat untuk menikmati fenomena alam yang luar biasa dan jarang terjadi ini!