BREAKINGNEWS.CO.ID - Sejak pandemi Covid-19, perampokan minimarket menjadi salah satu kejahatan yang banyak terjadi, bermodal senjata api atau juga hanya senjata tajam, kawanan perampok masuk minimarket yang sudah ditarget, kebanyakan aksi mereka mengancam karyawan minimarket untuk meminta uang dan menunjukan lokasi brankas.

Salah satu kawanan spesialis rampok minimarket yakni kelompok Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang dibekuk Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, dini hari tadi.

Dalam pengakuannya, mereka telah beraksi di empat minimarket sejak usai Idul Fitri hampir dua pekan lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus mengatakan selama Pandemi, wilayah Polda Metro Jaya sendiri kebanjiran aksi perampokan hingga 21 lokasi kejadian. "Selama pandemi Covid-19 sudah 21 TKP spesialis minimarket. Memang agak tinggi dibanding dengan sebelum pandemi,sementara untuk kelompok AKAP ini, audah empat kali beraksi setelah Lebaran." ujar Yusri saat rilis kasus di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (5/6/2020).

Keempat lokasi itu yakni di minimarket Jalan Meruya Ilir, Kembangan pada Senin (25/5/2020) malam dan dilanjutkan di minimarket Jalan Hayam Tamansari pada Selasa (26/5/2020) pagi.

Kemudian, empat hari kemudian,  kawanan perampok AKAP ini kembali beraksi di minimarket kawasan Duren Sawit dan dilanjutkan di minimarket di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/6/2020). "Tapi ini masih kami dalami. Apakah mereka hanya main (beraksi) di minimarket atau juga curanmor karena empat kendaraan roda dua yang disita ini bodong," ujarnya.

Yusri menjelaskan alasan para kawanan perampok ini memilih merampok minimarket?karena lemahnya sistem keamanan di tiap minimarket yang mayoritas hanya bermodal CCTV tanpa dijaga oleh petugas keamanan.


Adapun kelompok ini beraksi saat minimarket tutup.  "Selama pandemi ini jam 22.00 minimarket sudah banyak yang tutup. Tapi mereka melihat mana yang minimarket yang sepi," kata Yusri.

Bila menemukan minimarket yang dirasa tepat dijadikan target, para anggota kelompok AKAP kemudian saling berbagi tugas.

Untuk eksekutor mereka melengkapi diri dengan senjata tajam maupun senjata api untuk mengancam apabila bertemu dengan karyawan minimarket. "Makanya mereka datang berkelompok, ada yang masuk untuk memantau," kata Yusri.

Untuk itu, Yusri meminta para pemilik minimarket untuk melengkapi tempat usahanya dengan memekerjakan petugas keamanan. "Kalau ada security, saya yakin mereka akan takut dan segan. Minimal kalau ada banyak orang disana mereka enggak akan berani," ucap Yusri.

Dini hari tadi, kata Yusri, lima dari enam kawanan perampok AKAP dibekuk dari tempat persembunyiannya di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Perlawanan sempat mewarnani proses penangkapan mereka. 

Akibatnya, dua pelaku atas inisial RH (23) otak komplotan dan MS (27) eksekutor tewas dihujam timah panas polisi.

Sedangkan untuk pelaku SG (31) dan ZD (25) dilumpuhkan di bagian kaki. Hanya pelaku AH (25) yang masih mulus.

"Yang DPO insialnya M dia tugasnya sebagai penjaga," kata Yusri.

Yusri menjelaskan, dari kawanan perampok ini pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari satu senpi rakitan, dua airsoft gun, dua sajam badik serta uang sisa hasil kejahatan mereka Rp 8,7 juta.

Atas perbuatannya, tiga pelaku yang dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat ini bakal dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.