BREAKINGNEWS.CO.ID - Gempa susulan terjadi kembali dengan kekuatan 6,2 skala richter di Lombok pada  Kamis (09/08/2018), menyebabkan kepanikan di antara pengungsi yang berlindung. Pusat gempa berada di enam kilometer barat laut Lombok Utara dengan kedalaman 12 kilometer.

Salah satu badan kemanusian Tim Dompet Dhuafa bersama tim kesehatan hingga Disaster Managemen Center (DMC) terus bergerak memberikan bantuan. Sejauh ini, tim Respon Dompet Dhuafa sudah turun sejak gempa mengguncang Lombok, Nsa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018).

Sebagai organisasi kemanusiaan, Dompet Dhuafa terus berupaya membantu korban bencana yang terjadi di Indonesia. Selama 25 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

Tim Pshycological First Aid (PFA) terus menyusuri dusun-dusun guna memberikan bantuan psikologi bagi anak-anak maupun orang tua atas bencana yang terjadi. Hingga sore hari tadi tim PFA menemukan anak-anak dengan stres berat karena gempa dan melihat para korban yang berjatuhan di lokasi.

Di sisi lain tim kesehatan dengan kendaraan Motor Klinik yang sudah dirancang dan desain khusus untuk kegiatan bantuan kesehatan di wilayah terpencil terjun dengan menyasar di wilayah Lombok Barat.

Disisi lain tim kesehatan dengan kendaraan Motor Klinik yang sudah dirancang dan desain khusus untuk kegiatan bantuan kesehatan di wilayah terpencil terjun dengan menyasar di wilayah Lombok Barat.

“Motor Klinik ini ditangani oleh seorang dokter dan perawat yang diharapkan dapat membantu dan mengjangkau para korban gempa di wilayah terpencil serta akses yang sulit dengan kendaraan roda empat”, ucap Sabeth Abilawa sebagai Direktur Program Dompet Dhuafa.

Motor klinik mulai beroperasi hari ini. Tempat pengungsian yang telah terlayani oleh motor klinik adalah Dusun Sokong, Desa Samaguna, Dusun Tanak Songlauk Desa Jenggala, serta Dusun Panon Kebon Desa Jenggala. Tiga lokasi tersebut terletak di Kecamatan Tanjung, Lombok Barat

Total penerima manfaat dari motor klinik hari ini adalah 80 pasien. Penyakit terbanyak yang ditemukan di pengungsian adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)