BREAKINGNEWS.CO.ID - Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa secara beturut-turut sebanyak lima kali. Untuk itu, Palang Merah Indonesia (PMI) terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak pasca gempa tersebut terjadi pada Sabtu (7/7/2018). "Kami masih berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terkait bencana gempa yang terjadi," kata Humas PMI Kabupaten Sukabumi Atep Maulana.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan jika pusat gempa 4,6 Skala Richter (SR) tersebut terjadi pada pukul 12.23 WIB. Gempa tersebut berada di di darat 47 km Tenggara Lebak, Banten. Tepatnya pada 6.98 Lintang Selatan (LS) dan 106.34 Bujur Timur (BT) di kedalaman sekira enam kilometer. Gempa tersebut tercatat terasakan masyarakat di kawasan Cikatomas, Panggarangan, Panimbang, Malimping, Cisarua dan Pelabuhan Ratu.

Gempa terakhir yang mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan kekuatan 4,6 SR setelah sebelumnya
gempa juga mengguncang wilayah tersebut sebanyak 4 kali. (Foto: Dok. BMKG)

Sementara itu, masyarakat dari sejumlah kecamatan di Sukabumi pun mengatakan jika mereka merasakan guncangan gempa. Gempa pertama terjadi pada Sabtu pagi, bersamaan dengan laporan BMKG pada pukul 10.52 WIB dengan kekuatan 5,2 SR yang berlokasi di 6.91 LS dan106.46 BT sekitar 43 kilometer Barat Daya Kabupaten Bogor di kedalaman 16 kilometer. BMKG juga mencatat gempa kedua terjadi pukul 10.56 WIB berkekuatan 4,4 SR berlokasi di 6.91 LS dan 106.41 BT sekira 42 kilometer Tenggara Kabupaten Lebak, Banten, dengan kedalaman pusat gempa 5 kilometer di bawah permukaan laut.

Adapun gempa selanjutnya terjadi pada pukul 11.15 WIB dengan kekuatan 4,1 SR yang berlokasi sama dengan gempa sebelumnya. Kemudian, disusul dengan gempa berkekuatan 4,6 SR pada pukul 12.23 WIB yang berlokasi di di 6.98 LS dan 106.34 BT 47 kilometer Tenggara Kabupaten Lebak, Banten, di kedalaman enam kilometer. "Kami belum menerima laporan adanya bangunan yang rusak akibat gempa ini, tetapi sudah menyiagakan relawan dan sukarelawan untuk membantu, jika ada rumah warga yang rusak," imbuhnya.