BREAKINGNEWS.CO.ID - Gempa bumi kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (9/8/2018) siang.   Berdasarkan data situs BMKG, guncangan kali ini berkekuaatan 6,2 SR terjadi pukul 12.25 WIB. Lokasi gempa dengan kedalaman 12 km ini di 8.36 LS - 116.22 BT atau 6 km Barat Laut Lombok Utara, NTB.

Gempa susulan tersebut menimbulkan kepanikan di Rumah Sakit Lapangan Tanjung, Posko Induk Bencana Gempa Kabupaten Lombok Utara, dan menyebabkan bagian tembok markas Koramil Tanjung yang dijadikan dapur umum roboh.

Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas VI MMI di Lombok Utara, V MMI di Mataram, II-IV MMI di Klungkung, IV MMI di Denpasar, III MMI di Sumbawa dam II-III MMI di Tabanan menurut BMKG.

Getaran gempa dengan intensitas II menurut Skala Mercalli (Modified Mercalli Intensity/MMI) dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda yang digantung bergoyang, dan III MMI dirasakan nyata seperti ada truk berlalu.

Sementara gempa dengan intensitas IV MMI menyebabkan gerabah pecah dan jendela-pintu berderik, dan getaran pada V MMI getaran dirasakan hampir semua penduduk, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan barang besar begoyang.

Sebelumnya,  Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan gempa susulan skala kecil akan terus terjadi hingga empat minggu ke depan di wilayah Lombok,  

"Tiga hingga empat minggu ke depan gempa kecil masih akan terjadi. Kita harus menerimanya, ini proses alam," katanya.

 Gempa susulan, menurut dia, kekuatannya maksimal pada kisaran 5,0 SR dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Namun dia mengingatkan warga   untuk tetap waspada.

Ia mengatakan seluruh warga harus siap menghadapi risiko itu karena Pulau Lombok berdekatan dengan Sesar Flores yang membentang dari Bali hingga utara Laut Flores. "Gempa di Lombok kali ini adalah siklus 200 tahunan dari patahan Flores, energi terkuat telah selesai," kata Dwikorita.

Energi tersebut keluar secara berangsur dan dua kali menimbulkan efek merusak di Lombok. Setelah energi terbesar keluar pada 5 Agustus dan menyebabkan getaran hingga 7,0 SR, yang tersisa kemungkinan energi kecil yang membawa gempa-gempa susulan.