BREAKINGNEWS.CO.ID-Impian Inggris untuk memenangi Piala Dunia buat kedua kalinya setelah 1966 pupus. Penantian 52 tahun tim Three Lions berakhir dengan cara yang kejam, dikalahkan Kroasia 1-2 pada perpanjangan waktu setelah selama lebih dari 120 menit mereka bermain imbang, 1-1. Puluhan ribu pendukung Inggris di Luzhniki Stadium, Moskow, Kamis (12/7/2018) dini hari tadi untuk sekian lama terpaku setelah wasit Cuneyt Cakit dari Turki meniup peluit panjang di akhir extra-time 2 x 15 menit. Mereka seakan-akan tak percaya bahwa pertandingan telah berakhir dan impian melaju ke final sudah terkubur.

Para pendukung Inggris sempat dilanda euforia 'Football Coming Home' setelah Kieran Trippier sukses menjebol gawang Danijel Subasic di menit ke-5 dari tendangan bebas yang indah dan keras, 1-0. Namun, dua gol dari Ivan Perisic di menit ke-68 dan Mario Mandzukic pada menit ke-109 perpanjangan waktu, membuat harapan dari puluhan ribu fans Inggris di Luzhniki Stadium dan puluhan juta warga Inggris yang menyaksikan laga semifinal ini lewat tayangan televisi seperti terhempas kembali ke bumi.

Zlatko Dalic, manajer Kroasia, menyatakan bahwa kemenangan dan kekalahan pada pertandingan tadi sangat tipis jaraknya. "Hormat saya pada timnas Inggris. Kami telah mendapatkan pertandingan yang fantastis," papar Zlatko Dalic, yang sudah dianggap sebagai pahlawan untuk negaranya.

"Saat ini kita semua merasakan rasa sakit dari kekalahan. Apakah kita berharap untuk berada di posisi ini? Saya tidak berpikir secara realistis bahwa perasaan itu ada di antara kita. Ketika Anda sampai ke titik ini Anda hanya harus bermain baik. Kami bermain sebaik yang kami miliki di babak pertama, berpikir untuk mengakhiri pertandingan ini dengan kemenangan. Ruang ganti adalah tempat yang sangat sulit saat ini," papar Gareth Southgate seusai pertandingan.

Dia juga mengapresiasi reaksi para pendukung timnya yang dapat menerima kekalahan ini. "Terimakasih atas dukungan yang sudah diberikan. Apa yang kami terima berbeda dengan dua tahun lalu, saat kami tampil di Euro 2016. Saya gembira hubungan fans dengan tim kini jauh lebih positif. Saya percaya, kami tetap akan disambut luar biasa saat kembali nanti, sebab saya percaya mereka sangat banngga dengan perjuangan yang sudah ditunjukkan para pemain," papar Southgate.

"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Kita semua tahu apa yang dipertaruhkan dan seberapa penting semifinal untuk negara kecil seperti Kroasia. Kami memulai dengan perlahan tapi kami telah menunjukkan karakter kami, seperti yang kami jalani di dua pertandingan, saat kami tertinggal dari Denmark  dan Rusia," komentar Ivan Perisic, andalan Kroasia yang menjadi Man of the Match laga semifinal ini.

"Dua puluh tahun yang lalu saya kembali ke Omis, kota asal saya. Saya mendukung Kroasia, mengenakan seragam Kroasia, dan saya hanya bisa bermimpi bermain untuk negara saya dan mencetak salah satu tujuan terpenting untuk mengirim kami ke final," tutur Perisic, yang sempat tinggal lama di Belgia.