JAKARTA - Dua tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan roboh akibat tiang besi digasak pencuri. Listrik di daerah itu pun menjadi padam.

Polisi langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari petugas PLN. Hasilnya, pelaku pencurian besi itu pun berhasil ditangkap. Polisi mengamankan 305 potong besi hasil curian dari tangan pelaku, termasuk juga penadahnya.

Mengenai kedua pelaku yaitu Ratna Dewi, seorang pemikik penampung barang bekas di jalan lintas Sekayu - Teladan. Setelah itu Deni, warga Desa Lumpatan yang diduga sebagai otak pelaku.

"Pelaku saat beraksi itu ada 5 orang dan dari awal sudah kita curigai keterlibatan pelaku berinisial DN ini. Setelah kita amankan penadahnya yang berinisial RD, ternyata benar meyebut pelaku adalah DN dan teman-temannya," kata Kabag Ops Polres Musi Banyuasin, Kompol Erwin S Manik, Selasa (6/2/2018).

Disebutkan Erwin, dari hasil pemeriksaan besi tiang SUTET milik PLN dicuri sejak beberapa hari terakhir secara bertahap. Para pelaku nekat memotong lima tiang PLN memakai gergaji besi dan gerinda untuk dijual kiloan.

Karena aksi para pelaku, dua tiang roboh sampai mengakibatkan aliran listrik di Kota Sekayu padam lebih dari 24 jam pada Jumat (2/1/2018). Bahkan juga tiga tiang yang lain mengalami kerusakan serta terancam ikut roboh jika tidak segera diperbaiki.

"Ini baru kita tangkap penadah dan otak pelaku karena saat kita kejar yang lain sudah melarikan diri dan sekarang DPO. Kenapa pelaku DN ini kita curigai dari awal, karena dia juga punya pondok di sekitar lokasi dan ada beberapa bukti yang kita temukan disana," sambungnya.

"Barang bukti yang kita amankan dari pelaku spesialis pencurian besi tiang listrik sementara ini ada 305 potong besi tiang listrik dengan kode milik PLN, gerinda, gergaji besi, baut-baut dan timbangan yang digunakan penadah," tutupnya.

Atas perbuatanya, kedua pelaku sekarang ini mesti mendekam di sel tahanan Polres Musi Banyuasin. Keduanya juga akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.