BREAKINGNEWS.CO.ID - Persib Bandung saat ini nyaman di puncak klasemen Liga 1 2018. Hingga pekan ke-19, Supardi Nasir dan kawan-kawan mengoleksi 35 poin. raihan itu berselisih lima angka dari peringkat kedua PSM Makassar. Akan tetapi, kabar kurang sedap menghampiri kubu Persib Bandung.

Pelatih Mario Gomez, mengancam akan hengkang dari klub jika permintaannya tidak dikabulkan. Pelatih asal Argentina itu meminta kenaikan gaji serta bonus yang lebih besar kepada manajemen. Gomez merasa selama ini gaji dan bonusnya lebih kecil ketimbang yang diterima saat masih melatih Johor Darul Ta'zim.

Diungkapkan Gomez, sudah membahas masalah ini dengan manajemen Persib beberapa waktu lalu. Sayangnya, belum ada tindak lanjut dari permintaan itu. "Mereka tahu, karena kami sudah berdiskusi selama dua bulan belakangan, sebelum duduk di puncak klasemen. Jadi, bukan saat ada di puncak," ujar Gomez, Senin (6/8/2018).

"Bahkan diskusi terjadi sejak tiga bulan lalu. Kami sudah bicarakan bonus, tapi jalurnya berbeda," tambah asisten pelatih Inter Milan itu.

Gomez mengaku tak tahu apa alasan Persib tak menanggapi permintaannya. Hanya saja, dia mengultimatum manajemen Maung Bandung. Andai tak dipenuhi, Gomez siap hengkang dan gabung klub Malaysia. "Tak tahu karena soal ekonomi atau hal lain. Kami mau A, mereka B," ucap Gomez.

Balik ke Malaysia

Ucapan Mario Gomez itu menunjukkan keseriusannya, jika manajemen tak kunjung juga memberikan kejelasan terhadap dirinya. Bahkan dalam waktu dekat ia bakal bertemu manajemen tim Malaysia saat libur kompetisi Liga 1 lantaran gelaran Asian Games 2018.

"Setelah melawan Mitra Kukar, kita ada waktu libur, mungkin saya akan pergi ke Malayasia untuk bertemu tim lain. Saya menghargai kontak bersama Persib, aku mau melanjutkan kerja di sini, tapi kalau manajemen tidak menaikan kontrak, aku akan pergi. Tapi, kalau manajemen menaikan kontrak, aku bisa di sini, satu tahun, dua tahun, tidak tahun," katanya.

Mario Gomez menilai, selama tujuh bulan menjadi pelatih Persib Bandung, manajemen terkesan lebih mementingkan bisnis ketimbang kebutuhan tim. Tuduhannya tersebut diakuinya sangat kuat, sebab jika dilihat dari penghasilan tim dari sponsor, penjualan tiket dan hak siar tayangan televisi, manajemen memiliki kemampuan untuk memberikan bonus dan gaji yang layak bagi dia.

"Saya merasa memiliki jalan berbeda dengan manajemen. Kemarin stadion penuh, sponsor banyak dan tayangan televisi, manajemen banyak mendapatkan uang, tapi mereka membayar saya dan pemain sangat sedikit, bonus juga kecil untuk kita dan pemain," ucapnya.

Meski demikian, Mario Gomez sebenarnya sudah merasa sangat nyaman dengan atmosfer sepakbola Indonesia, terlebih Maung Bandung memiliki suporter fanatik yang selalu memberikan dukungan kepada tim dalam setiap pertandingan.