BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menuturkan harapannya terhadap wakil gubernur DKI Jakarta baru nanti yakni bisa meminimalisir jumlah Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) setiap tahunnya.

Di mana pada tahun 2018 lalu SILPA yang dihasilkan DKI Jakarta sebesar Rp12 triliun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun lalu 2017 yang menyentuh angka Rp13 triliun tapi harapannya tidak sebesar keduanya.

“Kita menginginkan Silpa itu rendah jangan tinggi-tinggi. Silpa yang rendah itu menandakan kinerja baik karena kepala daerah itu dinilai berhasil terutama dari Silpanya,” ujar Bestari di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (29/1/2019). 

Bukan hanya itu saja, Nasdem juga ingin wakil gubernur DKI Jakarta baru mampu memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil mulai dari PAUD, Posyandu dan Pos Lansia. Di mana ketiganya sampai saat ini dianggap belum maksimal dengan baik.

“Masa sih pos lansia tidak punya yang namanya alat tensi sementara Silpanya 14 triliun, kan lucu tuh. Iconic tidak hanya bangunan yang besar namun dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,“ tutur Bestari.

Pemilihan cawagub DKI Jakarta kini sudah mulai menjalani salah satu tahap fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) pada Minggu (27/1/2019). Tahap pertama fit and proper test yakni pemamaham tentang RPJMD, isu perkotaan Jakarta dan solusi dari berbagai macam masalah di Jakarta.

Ketiga calon wakil gubernur DKI Jakarta itu adalah Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.