BREAKINGNEWS.CO.ID – Turnamen tenis grand slam Wimbledon 2018 akan segera memasuki partai puncak bagi tunggal putri. Laga final tersebut akan mempertemukan dua mantan petenis nomor satu dunia, Serena Williams asal Amerika Serikat yang akan berhadapan dengan Angelique Kerber asal Jerman yang akan berlangsun di Centre Court, London, Inggris, Sabtu (14/7/2018). Partai final ini akan menjadi yang kedua  bagi mereka. Sebelumnya dua petenis putri ini pernah bertemu di final yang terjadi pada musim 2016 lalu.

Kerber sendiri mamastikan diri melenggang ke babak final usai mengalahkan petenis asal Latvia, Jelena Ostepenko. Petenis yang tampil sebagai unggulan ke-11 tersebut dipaksa bermain selama 67 menit untuk menghentikan perlawanan petenis peraih gelar juara di Prancis Terbuka 2017 lalu itu dengan skor 6-3, 6-3 dalam duel mereka di babak semifinal yang berlangsung pada Kamis (12/7) kemarin.

 

Sementara itu, Serena sendiri melaju mulus ke babak final usai tumbangkan wakil Jerman lainnya, Julia Gorges dalam pertarungan dua set langsung yang berakhir dengan skor 6-2 dan 6-4. Menanggapi pencapaikan gimilangnya tersebut, Serena mengaku kalau dirinya sangat senang, dan sempat tak percaya mampu berbicara banyak di turnamen bergengsi ini pasca melahirkan pada akhir 2016 lalu. “Ini sangat luar bisa. Saya bahkan tak tahu bagaimana rasanya karena saya tak berpikir bakal melakukan ini dengan baik di turnamen keempat saya setelah 16 bulan,” ujar Serena seperti yang dilansir oleh Eurosport.

Balas Dendam Kerber

Laga final ini akan menjadi yang kedua bagi Kerber dan Serena. Dapat dipastikan jika pertandingan ini akan berlangsung dengan sengit. Pasalnya, laga ini akan menjadi partai balas dendam yang diusung oleh Kerber, mengingat pada pertemuan pertama mereka pada 2016 silam, Kerber harus mengakui keunggulan Serena dengan skor 7-4, 6-3. Terlebih ini merupakan final Grand Slam pertamanya sejak tahun 2016 pada ajang yang sama.

Di lain sisi, Serena Williams juga sedang berusaha mencapai kembali puncak performanya usai melahirkan putri pertamanya tahun lalu. Gelar Wimbledon kedelapan tentunya akan menjadi akhir yang manis dari usaha keras Serena Williams selama beberapa bulan terakhir.