BREAKINGNEWS.CO.ID - Pencapaian luar biasa kembali diraih film The Predator: The Hunt Has Evolved. Film yang mengisahkan petualangan makhluk luar angkasa ini berhasil membuat pengiat film antusias menyaksikan. Mengulang kesuksesan yang sama diraih The Predator dari rangkaian seri film Predator (1987), Predator 2 (1990), dan Predators (2010).

Pada akhir pekan kemarin, The Predator: The Hunt Has Evolved menduduki puncak Box Office dengan pendapatan kotor 24 juta dolar atau sekitar Rp355,3 miliar untuk pemutaran dari 14-16 September 2018 di Amerika Serikat dan Kanada.

Meskipun memuncaki Box Office pekan kemarin, dengan pemutaran di 4.037 bioskop, film yang diproduksi dengan biaya 88juta dolar (Rp1,3 triliun) itu pendapatan debutnya kurang memuaskan karena “Predators” 2010 mampu menghasilkan 24,76 juta dolar untuk pemutaran hanya di 2.669 bioskop.

Bagaimanapun, dengan pencapaian akhir pekan kemarin, “The Predator” (2018) telah memimpin di Box Office dan menggeser pemuncak pekan sebelumnya “The Nun” yang mengumpulkan 18,2 juta dolar dalam sepekan terakhir ini, demikian mengutip data dari boxofficemojo.com.

Di bawah “The Nun”, pada peringkat tiga diisi “A Simple Favor” dengan 16,05 juta dolar, kemudian “White Boy Rick” di posisi keempat dengan hanya 8,8 juta dolar, dan “Crazy Rich Asians” di peringkat lima dengan 8,7 juta dolar.

Secara internasional, “The Predator” dalam debut di 72 pasar dengan estimasi pendapatan kotor dari penjualan tiket 30,7 juta dolar atau sekira Rp454,6 miliar.

Film yang disutradarai oleh Shane Black tersebut menghadirkan sejumlah bintang Hollywood seperti Boyd Holbrook, Tevante Rhodes, dan Olivia Munn. Film keempat dari franchise Predator tersebut berisi perjalanan sekelompok mantan tentara dan ahli biologi yang bertarung melawan sang predator di kawasan Georgian Backwood.

Film itu mendapatkan rating 34% di Rotten Tomatoes, sedangkan CinemaScore mengganjarnya dengan nilai C+. Sebelumnya, proses produksi film ini menuai kontroversi setelah sang sutradara memasukkan nama aktor Steven Striegel sebagai pemeran. Pasalnya, dia adalah salah satu pelaku pelecehan seksual di Hollywood.

Tak lama berselang sang sutradara memutuskan untuk menghapus adegan yang diperankan oleh Striegel. Selain itu, baik Black maupun Fox Studio juga memutuskan untuk meminta maaf kepada kru film lainnya karena telah memasukkan nama Striegel tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.