BREAKINGNEWS.CO.ID - Sineas muda, Aditya Ahmad kembali membawa nama harum Indonesia di ajang festival film internasional. Film pendek berjudul Kado mengantarkan Aditya memenangkan penghargaan bergengsi Orizzonti untuk kategori film pendek terbaik di Venice International Film Festival 2018.

Aditya Ahmad merupakan satu-satunya sutradara Indonesia yang ikut berlomba Venice International Film Fesatival ke 75 yang diadakan di Palazzo del Cinema di Venezia, Lido, Italia sabtu (8/9/2019).

Film pendek berjudul Kado adalah karya terbaru Miles Film dengan Aditya Ahmad sebagai sutradara serta Mira Lesmana dan Riri Riza sebagai produser. Melalui akun Twitter resmi nya, Mira Lesmana mambagikan keseruan sineas asal Makasar mendapat penghargaan di Venice International Film Festival 2018.

“Kami senang membawa berita: Film pendek KADO (A Gift) karya Aditya Ahmad @ditsmad - produksi Miles Films @MilesFilms , memenangkan film pendek terbaik di Orizzonti - 75th Venice International Film Festival 2018" cuit Mira Lesmana.

Film 'KADO (The Gift)' menang setelah bersaing dengan 12 film pendek lainnya dari berbagai negara. Aditya menerima trofi penghargaan Orizzonti dari kritikus film Perancis dan Direktur Cinematheque Francaise, Frederic Bonnaud.

Dari keterangan milesfilm.net, film KADO adalah film pendek berdurasi 15 menit. Film ini bercerita tentang Isfi yang bersemangat menyambut ulang tahun Nita.

Untuk dapat menyiapkan kado istimewa di kamar Nita, Isfi harus mengenakan rok panjang dan hijab. Film KADO bukanlah film pertama Aditya Ahmad yang memperoleh penghargaan internasional.

Sebelumnya, film pendek karya Aditya Ahmad lainnya yang bejudul 'Sepatu Baru' meraih penghargaan special mention untuk kategori Generation Kplus di Festival Film Bergengsi Berlin (Berlin International Film Festival) tahun 2014.

Film pendek 'Sepatu Baru' adalah film dari tugas akhir Aditya Ahmad di Institut Kesenian Makasar.

Aditya terinspirasi membuat KADO ketika kembali bertemu Isfi yang kini sudah beranjak remaja. “Saya bisa merasakan betul keresahan Isfi yang selalu merasa beda atau dibedakan di lingkungannya. Saya ingin bercerita tentang pergulatan remaja seperti Isfi dalam menemukan identitasnya," kata Aditya dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, Aditya Ahmad juga pernah meraih predikat film pendek Asia Tenggara terbaik di Festival Film Internasional Singapura tahun 2014.